Beranda Jateng 10.000 Mangrove Konversi Pesisir Pantura

10.000 Mangrove Konversi Pesisir Pantura

204
Djarum Foundation bersama lindungihutan.com melakukan penghijauan di sepanjang pesisir Pantai Mangunharjo, Mangkang, Kota Semarang, melalui program Djarum Trees For Life (DFTL). Foto : intan/jatengpos.co.id

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Djarum Foundation yang bekerja sama dengan lindungihutan.com, petani mangrove, dan komunitas pecinta lingkungan melakukan penanaman 10.000 pohon mangrove dalam kegiatan mengkonversi pesisir pantai utara Jawa Tengah.

“Dalam proses penanaman mangrove, Djarum Trees for Life tidak pernah bergerak sendiri, tapi selalu mengajak pihak-pihak lain untuk ikut menanam,” kata Program Associate Bakti Lingkungan Djarum Foundation Prinsa Paruna di sela penanaman mangrove di Mangkang, Mangunharjo, Kota Semarang, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa penanaman bibit mangrove ini sebagai komitmen Bakti Lingkungan Djarum Foundation untuk terus berupaya menghijaukan lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global.

Ia menyebutkan sejak 2008 Program Djarum Trees For Life telah berhasil menanam lebih dari 749.568 pohon mangrove di berbagai daerah pantai utara Jateng.

Mangrove adalah jenis tanaman yang memiliki banyak kegunaan, tidak hanya mencegah keberlanjutan abrasi, fisik mangrove, termasuk buah dan batangnya, berperan penting bagi keberlangsungan hidup manusia, alam, dan satwa di sekitarnya. Bahkan, sifat defensif mangrove dapat mengurangi tinggi run-up tsunami atau potensi ketinggian air mencapai daratan yang diakibatkan oleh tsunami.

Seperti yang diketahui, kata dia, dalam penanaman mangrove belum tentu tanaman berhasil hidup semua atau persentasi mangrove yang hidup kurang dari 50 persen.

“Itulah mengapa kami memilih bekerja sama dengan petani mangrove karena merekalah yang membantu merawat mangrove yang ada dan melakukan penggantian terhadap mangrove yang mati,” ujarnya.

Bagi Djarum Trees For Life, upaya menghadirkan kembali hutan mangrove di kawasan pantai utara Jateng merupakan satu dari banyak rencana strategis yang akan terus diupayakan demi terciptanya kondisi lingkungan hidup lebih baik di masa depan.

“Hingga saat ini, 90 persen penanaman mangrove oleh Djarum Tree For Life dilakukan di sekitar Mangkang, 10 persen lainnya terbesar di Pantai Maron, Pantai Tirto Pekalongan, Rembang, Jepara, Kendal, Indramayu, dan Pantai Baros Yogyakarta,” katanya.

Chief Executive Officer Lindungihutan Hario Laskito Ardi menambahkan berdasarkan Mementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2018, kerusakan mangrove di Indonesia tercatat seluas 1,81 juta hektare.

Sedangkan luasan mangrove di Indonesia yang masih baik sekitar 1,67 juta hektare dan hutan mangrove yang masih terjaga tersebut berada di Papua.

“Cara agar masyarakat bisa terlibat secara aktif untuk bisa kembali melindungi hutan bisa dengan cara meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, serta mengumpulkan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Oleh karena itu, melindungi hutan harus dimulai dari kesadaran masyarakat, baru kemudian mereka diarahkan untuk bergerak memperbaikinya.

Selain itu, kehadiran hutan mangrove juga melindungi ekosistem mahluk hidup anyak jenis biota laut yang mendapat makanan dan perlindungan dari setiap pohon mangrove.

“Itu sebabnya, setiap usaha penanaman mangrove di area pantai perlu dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga kelestarian alam yang lebih luas,” ujarnya.(ita/drh)