Beranda Ekonomi 10 Perusahaan di Jateng Segera Go Public

10 Perusahaan di Jateng Segera Go Public

105
PAPARAN : Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat memberikan penjelasan di Semarang
PAPARAN : Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat memberikan penjelasan di Semarang

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan 10 perusahaan di Jawa Tengah akan melantai atau melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/ IPO) di tahun 2019. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi mengatakan, dari 10 perusahaan yang berminat untuk menjadi perusahaan terbuka diantaranya dari bisnis properti, consumer goods, dan hotel. Adapun di Jateng hingga saat ini telah ada 10 emiten saham dan satu obligasi yang melakukan IPO.

“Jateng ada 10 perusahaan potensial, mudah-mudahan bisa Go Public di 2019 ini,” ujar Inarno di Semarang, Kamis (14/3).

Disebutnya, perusahaan yang Go Public memiliki banyak manfaat, termasuk peningkatan kredibilitas dan reputasi perusahaan, pertumbuhan valuasi terhadap nilai perusahaan, serta perbaikan tingkat kepatuhan dan good corporate governance perusahaan dan lainnya.

“Ini karena perusahaan akan diawasi langsung oleh regulator bagaimana keterbukaan yang dilakukan perusahaan tersebut,” jelasnya.

“Saya berharap, tidak hanya 10 perusahaan itu saja yang melakukan IPO, namun lebih banyak perusahaan lagi di Jateng yang Go Public, mengingat jumlah perusahaan di provinsi ini sangat banyak. Kami targetnya sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

Dikatakan, untuk manarik perusahaan yang potensial di Jateng untuk dapat menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya dicatatkan di Bursa Efek lndonesia, BEI bekerjasama dengan OJK akan menggelar sosialisasi terpadu pasar modal 2019.

Melalui kegiatan yang digelar tanggal 13 hingga 15 Maret 2019 tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal dapat meningkat. Ditambah memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman. Sekaligus, sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal, dan memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal. (aln/mar)