Beranda Jateng 114 Desa di Wonogiri Diterjang Bencana Banjir dan Tanah Longsor

114 Desa di Wonogiri Diterjang Bencana Banjir dan Tanah Longsor

BERBAGI
Jembatan yang putus diterjang banjir saat hujan lebat Senin (28/11). FOTO : BAGUS SARENGAT/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Hujan lebat di penghujung Nopember 2017 ini mengakibatkan bencana alam sangat sangat dahsyat di Wonogiri. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto mencatat, bencana alam banjir dan longsor terjadi di 144 Desa/Kelurahan dan Dusun di 19 wilayah Kecamatan dari 25 Kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Akibat bencana alam tersebut, terdapat dua orang korban meninggal dunia akibat tertimpa rumah dan lumpur, serta dua orang hanyut karena kecelakaan hanyut terbawa banjir.

Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 1.100-an jiwa. Mereka mengungsi disebabkan rumahnya rusak atau  tergenang air dan lumpur. Jumlah rumah rusak ada 175 unit.

“Saya tiga tahun tugas di sini (BPBD), ini yang terparah dampaknya, sepanjang tiga tahun,” kata Bambang Haryanto.

Lokasi banjir juga terjadi hampir merata di delapan kecamatan. Faktanya, terjadi tiga jenis banjir yang terjadi di wilayah Wonogiri. Yaitu janis banjir bah, banjir genangan dan luweng. Banjir bah adalah banjir yang disebabkan meluapnya air sungai. Banjir genangan adalah genangan air yang disebabkan saluran tersumbat. Sedangkan banjir luweng adalah tertutupnya luweng (sumur resapan di kawasan pegunungan yang tertutup.

Dampak lain akibat hujan hampir dua hari dua malam kemarin, mengakibatkan beberapa fasilitas umum terdampak. Ada lima tempat ibadah, ada 8 sekolahan, dan satu kantor, serta beberapa jembatan rusak parah. Ratusan ribu hektar tanaman padi dan jagung tergenang dan hilang diterjang banjir. “Namun kita belum mendata jumlah lahan pertanian tterampak,” kata Bambang Haryanto.

Kerusakan jembatan dan jalan mencapai puluhan titik. Jmbatan putus, dan jalan tergenang mencapai 50cm – 100cm. Banjir dan genangan hampir terjadi di 19 wilayah Kcamatan. Sedangkan tebing tanah longsor dan tanah bergerak terjadi di 13 Kecamatan.

Genangan terparah terjadi di Nguntoronadi, Tirtomoyo, Baturetno, Pracimantoro, Giritontro dan beberapa kecamatan lain. Kedalaman mencapai 50 cm-150cm. Mengakibatkan akses jalan terputus, seperti jalur Solo – Pacitan via Karangturi dan Baturetno. Jalur bus pun terpaksa dialihkan mmutar melalui Pracimantoro Giritontro.

Akses jalan antar Desa/Kelurahan dan antar Kecamatan pun banyak yang tergnang dan terputus. Terjadi hampir di 29 Kecamatan. Terparah di Tirtomoyo, Pracimantoro, Nguntoronadi, Giriwoyo, Jatiroto dan Karangtengah. bgs/saf)