Beranda Jateng
261

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA– Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Salatiga, dokter Agus Sunaryo SpPD mendadak mengajukan surat pengunduran diri kepada Wali Kota Salatiga Yuliyanto.

Surat tersebut dilayangkan Kamis (15/2), sekitar pukul 10.00 WIB. Disinyalir mundurnya orang nomer satu di rumah sakit milik Pemkot  itu karena terkait rencana perombakan di lingkungan rumah sakit.

Melalui surat pengunduran dirinya tertanggal 15 Februari, Agus mengatakan alasan pengunduran diri karena ingin mengembangkan diri sebagai dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Salatiga.

Namun saat dikonfirmasi wartawan, Agus Sunaryo mengatakan, kondisi rumah sakit sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan lagi sebagai pimpinan.

“Saya merasa kondisi di rumah sakit sudah tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan tugas sebagai pimpinan. Saya memilih mengundurkan diri saja,” ujar dokter Agus Sunaryo, Kamis (15/2).

Saat ditanya kondisi seperti apa, pria murah senyum tersebut enggan membeberkan secara rinci. Namun hal itu diduga terkait rencana mutasi dan rotasi jabatan di RSUD Salatiga, termasuk rencana penggantian dirinya.

Agus mengaku sudah mendengar juga bila ada rencana penggantian dirinya dan sejumlah direktur, serta kepala lainnya. “Kondisi semacam ini yang membuat ketidaknyamanan dirinya dalam bekerja. Hal yang sama juga dialami staf dan pejabat lainnya. Daripada nanti menimbulkan dampak buruk, lebih baik saya memilih mengundurkan diri saja,” imbuhnya.

Selama memimpin rumah sakit daerah ini, dokter Agus sudah berusaha meningkatkan dan membangun etos kerja yang baik di RSUD. Sejumlah gedung megah untuk pelayanan telah berdiri, peningkatan pendapatan dan sejumlah penghargaan juga diraih.

Hal itu bisa terwujud karena kepercayaan. “ Setelah mundur saya tetap disini ( RSUD Salatiga) akan menjadi tenaga fungsional biasa di RSUD Salatiga dan akan lebih memikirkan kegiatan sosial,”pungkasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan tentang pengunduran diri Dirut RSUD Salatiga ini, Walikota Salatiga Yuliyanto mengatakan, pihaknya belum menerima surat pengunduran diri tersebut. “ Memang wacana ( direktur)  mau diganti. Tapi kalau direktur mau mundur berarti sudah dengar bocoran kalau mau diganti. Tunggu pelantikannya,” ujar Walikota kepada wartawan, Kamis kemarin.

Dikatakan Walikota, rencana pergantian direktur RSUD itu sangat diperlukan sebagai bentuk dari penyegaran dan mutasi bagian dari bentuk penyegaran. “ Seorang pejabat kalau lama duduk di posisi jabatannya tidak baik untuk sebuah roda organisasi,” ujarnya. (deb/drh)