Beranda Jateng Solo 6 Bulan Mangkrak, Pembangunan PLTSa Putri Cempo Segera Dilanjutkan

6 Bulan Mangkrak, Pembangunan PLTSa Putri Cempo Segera Dilanjutkan

21
Sapi yang hidup di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Solo, Jawa Tengah,  oleh PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) segera dilanjutkan setelah terhenti karena pandemi COVID-19.

“Pembangunan sempat terhenti sejak April lalu, insyaallah bulan ini mulai lagi,” kata Direktur PT SCMPP Elan Syuherlan di Solo, Rabu.

Ia mengatakan saat ini pembangunan sudah mencapai tahap konstruksi. Pembangunan sudah dimulai sejak September 2019 namun terhenti pada Desember. Selanjutnya, kembali dilakukan sejak awal tahun dan berjalan selama tiga bulan.

“Sampai kemudian dihentikan lagi karena COVID-19,” katanya.

Oleh karena itu, pembangunan tersebut  diprediksi tidak akan selesai sesuai dengan target awal, yaitu di akhir tahun 2020 dan bisa beroperasi pada tahun depan mengingat waktu pengerjaan juga lebih lama.

Meski demikian, mengingat pembangunan vakum sekitar enam bulan maka belum bisa dipastikan kapan pembangunan tersebut akan selesai.

“Kami juga galau, ‘nggak’ tahu ke depan seperti apa, kami juga belum tahu kendala di lapangan seperti apa. Saat ini kami berusaha maksimal agar tidak mundur terlalu lama,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan dimulainya lagi pembangunan tersebut, pihaknya berupaya memastikan ada perlindungan bagi tim yang terlibat dalam pembangunan PLTSa Putri Cempo untuk mengantisipasi pekerja terpapar COVID-19.

“Kami tidak mau nanti ada yang kena, kalau seperti itu kan repot,” katanya.

Sebelumnya, sesuai dengan rencana awal konstruksi PLTSa Putri Cempo akan didirikan dua tahap. Untuk tahap pertama dimulai awal 2019 dengan kapasitas produksi listrik sebesar 5 megawatt (MW)/jam. Selanjutnya, tahap kedua akan menunggu selesainya penerbitan “Power Purchase Agreement” (PPA) dari PT PLN.

Untuk tahap pertama, jika konstruksi sudah siap maka mulai tahun depan PLTSa tersebut bisa mengolah sekitar 450 ton sampah dengan menggunakan metode plasma grasifikasi. (fid/ant)