Beranda Edukasi 600 Peserta Berpartisipasi dalam Gebyar Isriati ke-29

600 Peserta Berpartisipasi dalam Gebyar Isriati ke-29

25
KEGIATAN :Gebyar Isriati ke-29 Tahun 2020 tidak hanya diisi dengan kegiatan lomba namun juga bazar.
KEGIATAN :Gebyar Isriati ke-29 Tahun 2020 tidak hanya diisi dengan kegiatan lomba namun juga bazar.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dalam rangka mengenalkan program-program unggulan, SD Hj Isriati 1 Baiturrahman Semarang mengadakan beberapa kegiatan lomba dengan tema “Gebyar Isriati ke-29 Tahun 2020. Dalam even tahunan ini sedikitnya 600 peserta berpartisipasi dari siswa TK se Kota Semarang.

Kepala Sekolah SD Hj Isriati 1 Baiturrahman Semarang, Amir Yusuf MPd mengatakan bahwa dalam kegiatan ini ada beragam jenis kegiatan yang dilombakan. Beberapa di antaranya lomba hafalan surat pendek, lomba mewarnai, lomba menyusun puzle dan lomba lainnya. Melaui kegiatan itu, pihak sekolah berharap anak-anak akan memiliki bekal berupa pengalaman maupun mental sebagai persiapan memasuki jenjang sekolah berikutnya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Sekaligus ajang silaturahmi antarguru se-Kota Semarang melalui PAUD dan TK. Tujuannya untuk mengenalkan program-program unggulan dari SD Hj Isriati 1 Baiturrahman Semarang kepada para wali murid dari para peserta,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap kegiatan yang dilombakan bagian dari bentuk pembinaan mental, termasuk pembelajaran kepada anak kaitannya dengan kerja sama, kolaborasi serta keterampilan individu.Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta berprestasi, panitia juga memberikan penghargaan baik dalam bentuk trofi maupun uang pembinaan.

“Kami ingin mencetak generasi yang unggul, tidak hanya skala nasional tetapi juga sampai level internasional. Harapannya anak akan mendapatkan pengalaman yang positif di tempat mereka bermain dan belajar,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa di SD Hj Isriati 1 Baiturrahman Semarang standarnya sudah internasional dimana Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa rutin sehari-hari dilingkungan sekolah meskipun diluar kegiatan belajar mengajar.

“Kami yakin ketika orang Indonesia pasti bisa berbahasa Indonesia, karena standar sekolah kami Internasional maka penggunaan Bahasa Inggris menjadi bahasa sehari-hari di sekolah kami,” pungkasnya.(akh/udi)