Beranda Jateng 669 Jiwa Warga Desa Capar Masih Mengungsi

669 Jiwa Warga Desa Capar Masih Mengungsi

BERBAGI
Kak Seto menghibur anak-anak di lokasi pengusian pasca banjir bandang melanda pemukiman mereka di Kecamatan Salem, Brebes. FOTO:TEGUH SUPRIYANTO/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. BREBES- Sebanyak 669 jiwa warga Desa Capar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes masih mengungsi menyusul terjadinya banjir bandang yang menghantam wilayah pemukiman mereka pada Kamis (22/2) lalu. Warga terpaksa mengungsi karena pemukiman mereka yang masih berada di kawasan gunung Lio, dalam kondisi rawan terjadinya bencana.

Camat Salem, Apriyanto Sudarmoko mengatakanm, pengungsi dari Desa Capar saat ini masih menempari sejumlah lokasi pengungsian di Desa Wandusakti. Mereka tersebar di Kantor Desa Windusakti dan SD Negeri Windusakti. Selain itu juga terdapat warga yang memilih untuk mengungsi ke rumah keluarganya.

“Warga masih berada di tempat pengungsian, hingga kondisi pemukiman mereka dinyatakan aman dari bencana,” ungkap Camat, Senin, (26/2).

Dia menyampaikan jika saat ini bantuan logistik dari sejumlah komponen yang peduli terhadap bencana di Kecamatan Salem sudah diterima oleh para warga. Hanya saja, beberapa bantuan diharapkan menjadi prioritas dan sangat diperlukan.

“Pengungsi membutuhkan peralatan kebersihan untuk digunakan saat mereka kembali ke rumah masing-masing. Selain itu, mereka juga berharap bantuan peralatan sekolah karena idak sempat diselamatkan saat kejadian,” terangnya.

Banjir bandang yang menerjang kawasan Desa Capat ini, seolah luput dari perhatian karena berbarengan dengan terjadinya longsor berskala besar hingga merengut korban jiwa di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem. Heriadi, salah satu relawan yang tergabung dalam tim penanganan bencana menyampaikan, banjir bandang di Desa Capar menyusul kemunculan beberapa sumber mata air baru di sekitar bukit yang berdekatakan dengan pemukiman.

“Hanya saja, kemunculan sumber air ini mengalami sumbatan saat mengalir. Sehingga membentuk bendungan, saat tidak lagi kuat terjadilah banjir bandang,” terangnya.

Banjir bandang, warga Desa Capar sempat terisolir menyusul kerusakan sejumlah sarana infrastruktur baik jalan maupun jembata. Selain itu, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan. (pri/ism/jpnn/muz)

BERBAGI