Beranda Jateng 80 Hektar Padi di Sragen Rusak Terendam Air Banjir

80 Hektar Padi di Sragen Rusak Terendam Air Banjir

BERBAGI
Kondisi tanaman padi yang terendam air luapan Bengawas Solo. FOTO : ARI SUSANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Luapan air bengawan Solo juga menyebabkan sekitar 80 hektar areal tanaman padi di wilayah Sragen rusak terendam air. Diantaranya di 11 desa dari dua kecamatan Kabupaten Sragen yang berada di bantaran
sungai terpanjang di pulau jawa itu. Diantaranya kecamatan Masaran,
banjir merendam tanaman padi di Desa Pilang, Kliwonan, Sidodadi dan
Pringanom. Kemudian di Kecamatan Sidoharjo banjir Bengawan Solo
merusak tanaman padi di Desa Sribit, Bentak, Patihan, Tenggak,
Sidoharjo, Jambanan dan Pandak. Meski tidak terlalu parah dibanding waktu sebelumnya, namun para petani kuatir terjadi banjir susulan yang dipastikan berdampak pada rumah warga.

Berdasarkan informasi terdapat sejumlah wilayah sudah terdampak banjir. Namun air masih membanjiri areal pertanian. Belum sampai rumah dan pemukiman warga. Hanya beberapa jalan saja yang sudah terdampak luapan bengawan.

Terpisah, Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Dwi Sigit Kartanto masih berkeliling untuk melihat kondisi dan perkembangan banjir. ”Info kami yang terdampak luapan air seperti Masaran, Plupuh, Sidoharjo dan Tanon, mungkin juga Tangkil, Sragen yang sering banjir, ini masih keliling,” terang Sigit. (ars/saf)