Beranda Headline Akankah Para Putera Mbah Maimun Head to Head ?

Akankah Para Putera Mbah Maimun Head to Head ?

137
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Menjelang H-1 pendaftaran di KPU Jateng, ramai melalui media sosial status “Head to Head”, yang mengarah pada prediksi pertempuran Ganjar Pranowo vs Sudirman Said (SS). Keduanya diperkirakan akan menjadi calon gubernur yang maju pada Pilgub 27 Juni mendatang.

Ada yang unik dari pertarungan tersebut, yakni munculnya Taj Yasin yang sebelumnya jauh dari prediksi akan mendampingi Ganjar. Justru sebelumnya, salah satu putera KH Maimoen Zubair itu disebut dalam daftar cawagub SS.

Belakangan, Gus Wafi, panggilan akrab Ahmad Wafi Maimoen Zubair, yang notabene kakak kandung Yasin, digadang-gadang PPP untuk mendampingi SS.

Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Djan Faridz menilai cocok mengusulkan Ahmad Wafi Maimoen Zubair (Gus Wafi) mendampingi calon gubernur Sudirman Said maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018.

“Gus Wafi layak mendampingi Sudirman Said maju dalam Pilgub Jawa Tengah 2018,” kata Ketua DPP PPP Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK), Djafar Alkatiri, disela acara Peringatan Hari Lahir Ke-45 PPP di Gor Manahan Solo, Minggu.

Menurut Djafar Alkatiri Gus Wafi akan berhadapan dengan adik kandungnya, Taj Yasin Maimoen Zubair (Gus Yasin), yang telah diumumkan oleh PDIP sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) untuk mendampingi Ganjar Pranowo (petahana).

Menurut Djafar Alkatiri jika Sudirman Said ingin memilih wakilnya yang berasal dari ulama, maka Gus Wafi orang yang tepat dan cocok.

Dia mengatakan Gus Wafi merupakan orang yang dapat menjaga muruah ayahnya ustadz terkenal, Maimoen Zubair. Gus Wafi dirasakan cocok sekali berpasangan dengan Sudirman Said.

Menurut Ketua Umum DPP PPP, Djan Faridz pencalonan Gus Yasin atau adik dari Gus Wafi warga PPP oleh PDIP tidak berpengaruh kepada partainya. Partainya tidak masalah apa-apa. Partai akan bersikap biasa saja, karena Gus Yasin terpilih menjadi calon wakil Ganjar Pranowo.

Namun, kata Djan Faridz partainya yang dipimpin lebih mengutamakan dukungannya terhadap Sudirman Said sebagai calon Gubernur Jawa Tengah. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, telah sesuai muruah PPP dengan komitmennya menandatangani perjanjian dengan partainya.

Menurut dia untuk calon wakil untuk mendampingi, Sudirman Said pada Pilgub Jateng, partainya akan menyerahkan semuanya kepada beliau.

Menyinggung soal kader PPP hasil Muktamar Jakarta yang tidak mendukung pemerintah, Djan Faridz menganggap wajar terhadap sikap yang ditunjukkan para kadernya itu.

Menurut dia, kader kecewa menjadi salah paham terhadap keputusan Menteri Hukum dan HAM yang mengesahkan PPP kubu Romahurmuziy. Kekecewaan pengurus dari DPW, DPC, dan ranting itu merata.

“Kami menilai seorang menteri itu, mendzalimi keputusan Mahkamah Agung,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan, mengingat ada kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat terjadi. Pihaknya harus bijaksana, dan Pemilu juga masih lama, dan masih ada kemungkinan islah, damai, atau bergabung. (drh/ant)

BERBAGI