Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Aku Suka Kerja Kelompok Matematika

Aku Suka Kerja Kelompok Matematika

55
BERBAGI
Ririn Nuryanti, S.Pd. SD Negeri Kedungpucang, Bener, Purworejo
Ririn Nuryanti, S.Pd. SD Negeri Kedungpucang, Bener, Purworejo

Pembelajaran Matematika seharusnya menyenangkan, sehingga belajar akan menjadi efektif. Untuk itu, di dalam belajar, anak diberi kesempatan merencanakan dan menggunakan cara belajar mereka senangi. Pembelajaran tersebut berlaku bagi anak atau siswa SD yang belajar Matematika. Agar pembelajaran Matematika menyenangkan guru harus mengupayakan situasi dan kondisi belajar yang menyenangkan, menggunakan stategi yang menyenangkan, dan materi Matematika yang menyenangkan. Selain itu juga guru harus memahami siswa, teori pembelajaran Matematika, memahami materi
Pembelajaran Matematika merupakan pembelajaran yang abstrak mengenai angka-angka. Hal tersebut berbanding terbalik dengan karakteristik siswa SD yang lebih menyukai hal-hal yang bersifat konkrit. Pada kenyataannya pembelajaran Matematika sedikit menggunakan media dan alat peraga yang terbatas. Kenyataan tersebut terjadi karena keterbatasan media dan alat peraga di sekolah, tidak jarang guru dalam menyampaikan pelajaran tidak menggunakan media sama sekali, sehingga siswa sulit menerima pelajaran Matematika.

Penggunanaan metode ceramah yang dominan dalam pembelajaran Matematika membuat banyak siswa yang kurang memperhatikan pelajaran. Matematika saat proses belajar mengajar berlangsung. Ini dibuktikan dengan masih banyak siswa yang berbicara dengan teman bangkunya daripada memperhatikan mata pelajaran Matematika. Selain itu juga masih ada siswa yang bermain sendiri saat pembelajaran berlangsung, ada yang mengganggu temannya yang sedang belajar.

Dalam pembelajaran siswa kurang bekerja sama dengan siswa lainnya. Siswa lebih suka mengerjakan tugas sendiri. Siswa yang lebih pintar, selalu mengerjakan tugas lebih cepat dari yang lainnya. Dalam mengerjakan tugas, siswa selalu menutupinya sehingga siswa yang lain tidak bisa melihat pekerjaannya dan kurang membantu siswa yang kurang pintar. Sedangkan siswa yang kurang pintar enggan bertanya pada siswa lainnya yang lebih pintar.

Untuk meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam belajar Matematika serta kendala atau masalah dalam pembelajaran Matematika berdasarkan pernyataan diatas, dapat menggunakan berbagai macam metode salah satunya adalah metode kerja kelompok karena metode belajar akan mempengaruhi hasil belajar. Metode kerja kelompok masih jarang digunakan dalam proses belajar mengajar Matematika. Padahal tidak menutup kemungkinan metode kerja kelompok dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.

Di dalam kerja kelompok terjadi interaksi antara siswa yang lebih intens. Dengan penerapan kerja kelompok guru bukan menjadi satu satunya sumber belajar matematika. Jika ada materi yang belum jelas siswa tidak hanya bertanya pada guru tetapi siswa dapat bertanya pada teman sekelompoknya atau kelompok lain.

Metode kerja kelompok juga dapat mengatasi masalah keterbatasan media dan alat peraga dalam pembelajaran. Pembelajaran Matematika dapat menggunakan media dan alat peraga yang terbatas dengan cara membagikan siswa menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok mendapat alat peraga. Jadi, pembelajaran Matematika tidak memerlukan media dan alat peraga yang banyak untuk dibagikan kepada setiap siswa, tetapi cukup satu atau beberapa alat peraga yang dibagikan kesetiap kelompok. Penggunaan metode kerja kelompok membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, bergairah dan santai serta melatih kerjasama, tanggung jawab siswa akan kelompoknya dan memeperbesar partisipasi siswa dalam pembelajaran. Hubungan siswa akan terjalin lebih erat, antar siswa dapat saling bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah. Hal tersebut berdampak pada motivasi belajar Matematika siswa. Motivasi untuk belajar matematika akan meningkat dan belajar Matematika akan terasa lebih menyenangkan.

Ririn Nuryanti, S.Pd.
SD Negeri Kedungpucang, Bener, Purworejo

BERBAGI