Beranda Hiburan Album Pigza Pyong-Pyong Bukti Eksistensi

Album Pigza Pyong-Pyong Bukti Eksistensi

154
ALBUM ANYAR : Dua dekade Pyong-Pyong, band punk Semarang luncurkan album anyar Pigza. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.
ALBUM ANYAR : Dua dekade Pyong-Pyong, band punk Semarang luncurkan album anyar Pigza. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dua dekade perjalanan grup band punk “Pyong-Pyong“ asal Kota Lunpia kembali memberi kejutan kepada penggemar setianya dan masyarakat luas pecinta musik genre punk dengan meluncurkan album anyarnya bertajuk “Pigza“.

Pyong-Pyong bukanlah band kemarin sore. Mereka telah melewati dari panggung ke panggung selama 20 tahun. Mereka telah merombak komposisi, dari literasi hingga para personil, dan bereksperimen di dapur rekaman hingga menghasilkan banyak album yang menghiasi jagad musik Tanah Air.

Tiga personilnya yakni Adit (bass/vokal), Bayu (drum) dan Pandu (gitar), berhasil menemukan komposisi segar dan menciptakan menu baru untuk Pyong-Pyong. Hasilnya adalah box set Piqza, dari transformasi musik mereka setelah dua dekade aktif di kancah independen industri musik Indonesia.

“Album anyar kami tersebut, bermuara dari pengalaman keseharian yang dikemas dengan perasaan dan diolah bersama dua personil terbaru, Bayu dan Pandu. Materi lagunya ragam cerita sosial kehidupan sehari-hari dengan kemasan genre musik pop punk,” ujarnya, usai tampil di Impala Speigel, Kota Lama Semarang, Senin (29/7) malam lalu.

Dalam album Pigza dalam paket boxset, berupa lima buah trek yang tersaji dalam sebuah flashdisk. Berisi video klip “Kurang Piknik”, film Bagong sebagai sentuhan tradisional Indonesia, t-shirt, serta pick gitar dan gantungan kunci berbentuk stick drum menambah kerenyahan rilisan ini.

“Komposisi lagu dan aransemen musik dari album Pigza, kami sajikan dengan detail genre pop punk dengan lagu – lagu andal berjudul, Mereka, Kurang Piknik, Kami Ingin Damai, Anugerah Yang Terindah yang Pernah Kumiliki dan Jika,” imbuhnya.

Adit, sang pentolan grub band ini berharap album anyar Pyong-Pyong band besutannya tidak sekedar menjadi pemuas idealisme karya musiknya bersama personil lainya. Tetapi bisa memberi inspirasi band muda lainya, untuk bisa terus bertahan dan berkembang menjadi band indie profesional khususnya di Semarang. (ucl/mar)