Beranda Ekonomi Alokasi CSR BCA Fokuskan Pelestarian Wayang

Alokasi CSR BCA Fokuskan Pelestarian Wayang

BERBAGI
BUDAYA WAYANG- Dalang Ki Manteb Soedharsono menerima gunungan wayang dari Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono didampingi jajaran pimpinan Bank BCA dan Wakil Walikota Semarang pada pembukaan seni budaya wayang kulit, di Kantor Cabang Utama (KCU) Semarang, Jumat (23/2) malam. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS
BUDAYA WAYANG- Dalang Ki Manteb Soedharsono menerima gunungan wayang dari Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono didampingi jajaran pimpinan Bank BCA dan Wakil Walikota Semarang pada pembukaan seni budaya wayang kulit, di Kantor Cabang Utama (KCU) Semarang, Jumat (23/2) malam. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Bank Central Asia (BCA) memfokuskan pengalokasian Corporate Social Responsibility (CSR) untuk melestarikan kebudayaan, khususnya wayang. Hal itu telah dilakukan dalam lima tahun terakhir, termasuk pada perayaan HUT Ke-61 BCA, yakni dengan menggelar seni budaya wayang kulit di Kantor Cabang Utama (KCU) Semarang, Jumat (23/2) malam.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Saptaarga Binangun’ yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Manteb Soedharsono itu juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ‘Bakti BCA Solusi Sinergi’, di bawah payung program BCA untuk Wayang Indonesia.

Turut hadir dalam acara gelaran tersebut di antaranya Kepala Kantor Wilayah II BCA Semarang, Gunawan Budi Santoso, Senior Vice President CSR BCA Sapto Rachmadi, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono dan Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Pagelaran wayang kulit dibuka dengan penampilan wayang orang dari Paguyuban Karyawan BCA Pecinta Wayang Indonesia, dengan lakon Sembrama Laksmi. Kemudian, mulai pukul 09.00 WIB pertunjukkan wayang kulit Saptaarga Binangun dimulai.

Kepala Kantor Wilayah II BCA Semarang, Gunawan Budi Santoso mengatakan, pertunjukan ini merupakan bentuk komitmen pihaknya turut melestarikan budaya bangsa melalui wayang. “Wayang tidak hanya tontonan tapi nilai-nilai didalamnya bisa jadi pijakan hidup,” tuturnya saat membuka pagelaran.

Lakon Saptaarga Binangun diambil BCA dengan berbagai alasan salah satunya ingin mengembalikan nilai-nilai luhur bangsa ini.

Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya BCA menggelar wayang kulit pada HUT Ke-61.

“Lakon Saptaarga Binangun ini menceritakan usaha Begawan Abiyoso yang berkeinginan menata dunia yang sedang gonjang-ganjing. Sehingga ini sangat relevan dengan krisis kehidupan bernegara saat ini dimana marak berita hoax, ujaran kebencian, saling hasut dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Senior Vice President CSR BCA, Sapto Rachmadi mengatakan, program BCA untuk Wayang Indonesia ini sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Tujuannya untuk menyosialisasikan budaya wayang khususnya kepada generasi muda. “Kami telah menyelenggarakan Wayang Go to School di sejumlah SMP dan SMA di beberapa kota. Lalu, Wayang Goes to Mall yang juga melibatkan anak-anak muda,” pungkasnya. (aln/mar)

BERBAGI