Beranda Jateng Alumni SMPN 1 Sukorejo Dukung Perda Penataan RTH

Alumni SMPN 1 Sukorejo Dukung Perda Penataan RTH

BERBAGI
Perwakilan alumni SMPN 1 Sukorejo diikuti ratusan alumni membacakan pernyataan sikap mendukung kebijakan Bupati Kendal untuk menata RTH. FOTO:ADYE VIANT/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. KENDAL– Keberadaan pedagang kaki lima terutama yang berada di sekitaran bundaran Sukorejo menjadi perhatian serius oleh banyak kalangan. Tak terkecuali para alumnus SMP N 1 Sukorejo mulai angkatan tahun 1971 hingga 1979 yang terang-terangan menyatakan keprihatinannya.

Hal itu terungkap dalam gelaran reuni Alumnus SMP Negeri 1 Sukorejo yang dihadiri sekitar 500 alumni dan digelar di kediaman purnawirawan Komjen Pol. Imam Sudjarwo di Desa Tlagu Kecamatan Sukorejo, Senin (29/1).

Peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang pedagang kaki lima ada banyak pasal, seperti pembinaan, perijinan, pengawasan, pengendalian, dan sanksi. Salah satunya perda yang mengatur larangan tempat bagi pedagang kaki lima (PKL), diantaranya jalan, trotoan, jalur hijau, dan fasilitas umum.

Salah satu alumni SMPN 1 Sukorejo, Purwadi mengatakan sangat ironis, keberadaan PKL di wilayah Sukorejo tidak sesuai dengan Perda. Melihat kondisi itu, bahwa di pusat kota Sukorejo perlu adanya ruang terbuka hijau.

“Perda PKL ini lahir sebagai keputusan politik dan seharusnya diikuti oleh semua orang. Kalau ada ketidakpatuhan Perda, berarti ada fungsi-fungsi yang tidak jalan. Di pusat kota Sukorejo, perlu adanya ruang terbuka hijau,” kata dia yang kini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati.

Lebih lanjut, Purwadi, mengungkapkan mengenai lokasi, waktu dan bentuk kegiatan PKL juga diatur dengan peraturan bupati. Peraturan bupati itu seperti halnya No 28 tahun 2014, tentang Perubahan Atas Bupati Kendal No 8 tahun 2013, tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal No 10 tahun 2006.

Pada peraturan bupati tersebut juga sudah dicantumkan larangan-larangan tidak boleh menggunakan badan jalan untuk dagang, akan tetapi apa yang terjadi pada saat ini justru tidak ada kendali bagi PKL.

“Melalui momen ini, kami sebagai alumni di SMPN 1 Sukorejo bersama-sama membangun komitmen bersama. Sebab persoalan PKL itu tidak bisa diselesaikan orang per orang, tapi harus sinergi semua stekholder. Peraturan, regulasi, komponen, sumber daya sudah ada, tinggal satu yang belum ada komitmen pemerintah daerah untuk menata kota masih setengah hati,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kendal dr Mirna Annisa yang hadir dalam acara tersebut mengaku terharu atas deklarasi alumni SMPN 1 Sukorejo yang materinya semuanya adalah mensupport pembangunan di Kabupaten Kendal. Setidaknya ia berharap tiga tahun ke depan apa yang menjadi harapan alumni ini tidak akan disia-siakanya.

“Setidaknya yang seharusnya bikin panjenengan (alumni) semangat adalah saya masih punya komitmen buat bangun Kendal Insyaallah ke depan yang dibangun. Tak hanya itu, rumah sakit juga akan di dirikan di wilayah Sukorejo yang mana anggaran sudah masuk di tahun 2018 ini. Mudah-mudahan Sukorejo dapat menjadi salah satu sentral dari Kabupaten Kendal,” terangnya. (via/muz)

BERBAGI