Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Amah Bekal Kid Zaman Now ?

Amah Bekal Kid Zaman Now ?

67
BERBAGI
Nur Laila Faizah, S.Pd.I SD N 1 Tanjunganom
Nur Laila Faizah, S.Pd.I SD N 1 Tanjunganom

Agama sebagai dasar pijakan umat manusia memiliki peran yang sangat penting dalam proses kehidupan manusia. Agama telah mengatur pola hidup manusia baik dalam hubungannya dengan Tuhan-Nya maupun berinteraksi dengan sesama manusia. Agama selalu mengajarkan yang terbaik dan tidak pernah menyesatkan penganutnya. Untuk itu sebagai benteng pertahanan diri anak didik dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di zaman modern ini, sangat perlu menanamkan pendidikan agama yang kuat dalam diri anak, sehingga dengan pendidikan agama ini pola hidup anak akan terkontrol oleh rambu-rambu yang telah digariskan agama dan dapat menyelamatkan anak agar tidak terjerumus dalam jurang keterbelakangan mental.

Sejalan dengan perkembangan fungsi-fungsi biologis dan fungsi jiwanya, anak memerlukan bimbingan dan pengarahan serta pendidikan. Kid zaman now atau anak zaman sekarang harus dibekali dengan yang namanya amah. Amah merupakan akronim dari akhlakul karimah. Pembelajaran tentang akhlakul karimah ini sesuai pada sebaran KD 4.4 jenjang SD kelas 6. Pada usia SD ini harus ditanamakan sikap akhlakul karimah.

Setiap muslim wajib memiliki akhlak karimah (amah). Tuntunan akhlak karimah (amah) tiada lain adalah ajaran Islam itu sendiri. Sumber hukum akhlak karimah (amah) juga sumber hukum Islam itu sendiri. Oleh sebab itu, seseorang tidak mungkin memiliki akhlakul karimah (amah) apabila tidak menjalankan syariat Islam secara benar. Dalil-dalil yang mewajibkan kita memiliki akhlakul karimah diantaranya yaitu terdapat dalam Al Qur’an surah Al Maidah ayat 2. Yang artinya “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Dalam kehidupan sehari-hari sikap tolong menolong atau saling membantu sangat dibutuhkan karena kita sebagai makhluk sosial atau makhluk yang bermasyarakat. Dalam kehidupan di sekolah kita juga tidak bisa hidup sendiri pasti membutuhkan orang lain atau teman. Anak-anak bisa kita latih untuk menolong teman dengan cara meminjamkan pensil bagia anak yang lupa tidak membawa, atau alat tulis yang lain. Bisa juga membantu pelajaran bagi teman yang belum paham dibantu untuk pemahamannya.

Sedangkan akhlakul karimah (amah) yang dimaksud adalah segala sikap, ucapan, dan perbuatan yang dapat dilihat secara nyata atau terwujud dalam tingkah laku sehari-hari mentaati peraturan sekolah, mematuhi perintah guru, menghormati kakak kelas, menyayangi adik kelas dan bertindak sopan terhadap warga sekolah. Akhlakul karimah (amah) mempunyai makna terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penanaman akhlakul karimah (amah) sangat penting untuk dipelajari dan diaplikasikan oleh pendidik kepada anak didik agar bisa menjadi manusia yang memiliki akhlak karimah atau akhlak yang baik. Adapun tujuan penanaman akhlakul karimah (amah) adalah mempengaruhi dan mendorong kehendak kita supaya hidup suci dan menghasilkan kebaikan kesempurnaan serta memberi faedah kepada sesama manusia (Ahmad amin, 1997 : 19). Maksudnya bahwa suatu usaha dalam menanamkan dan mengarahkan peserta didik untuk selalu bertingkah laku baik dalam kehidupan sehari-hari, di sekolah, di rumah bahkan dimanapun berada.

Akhlakul karimah (amah) atau akhlak yang baik ini sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw sejak beliau kecil. Maka sebagai guru Pendidikan Agama Islam tidak boleh bosan untuk selalu membimbing dan mengarahkan anak didiknya agar memiliki sikap akhlakul karimah (amah) atau akhlak yang baik.

Nur Laila Faizah, S.Pd.I
SD N 1 Tanjunganom

BERBAGI