Beranda Jateng Angin Ribut Terjang Tikungan Cinta Boyolali

Angin Ribut Terjang Tikungan Cinta Boyolali

278
BERBAGI
Sebuah bangunan di lokasi wisata Tikungan Cinta, Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Boyolali, roboh. FOTO : AJI JARMAJI/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Angin ribut yang melanda lereng gunung Merapi sisi timur mengakibatkan bangunan di lokasi wisata Tikungan Cinta (TC), Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Boyolali, roboh. Sejumlah bangunan warung juga mengalami kerusakan pada atapnya.
Salah satu pemilik warung di lokasi tersebut, Sarni, mengatakan angin kencang sudah melandan wilayahnya dalam beberapa hari terakhir. “Robohnya kemarin malam (Jumat malam). Sudah beberapa hari terakhir ini, disini anginnya kencang sekali. Sejak kemarin itu malah sehari semalam,” kata Sarni, kemarin (2/12).

Angin ribut itu akhirnya merobohkan sebuah bangunan di TC yang dibangun sekitar satu tahun lalu. Bangunan itu terbuat dari bambu dan sebagian tiangnya dari cor beton.

Menurut Sukarti, pemilik warung lainnya, sebelum roboh bangunan tersebut sehari sebelumnya sudah terlihat doyong akibat terus diterkang angin ribut. “Kemarin itu bangunan ini sudah doyong akibat diterjang angin kencang, akhirnya roboh,” imbuh Sukarti.

Bangunan di lokasi wisata yang dikelola Desa Cluntang itu, berada di pinggir jalan, di tikungan antara Dukuh Tutup dengan Dukuh Jelok di Desa Cluntang. Kawasan tersebut berada di lereng gunung Bibi atau lereng Merapi sisi timur.

“Biasanya hari Sabtu dan Minggu, cukup ramai pengunjung disini,” kata Sukarti.

Belum diketahui pasti nilai kerugian akibat ambruknya bangunan tersebut.

Angin kencang juga merusakkan atap genteng rumah warga di Dukuh Jelok. Sedikitnya dua rumah penduduk di dukuh paling atas di Desa Cluntang itu, atap gentengnya banyak yang berhamburan.

Kedua rumah tersebut yakni milik Supar dan Ngadimu. Rumah milik Supar yang cukup parah, atap gentengnya banyak yang berhamburan dan jatuh.

Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan patah. Banyak pohon pisang di ladang warga, tampak bertumbangan. (aji/saf)