Beranda Edukasi Sekolah Hebat Angklung SDN Kembangsari 01 Buka FLS2N

Angklung SDN Kembangsari 01 Buka FLS2N

79
BERBAGI
ANGKLUNG : Tujuh siswa SDN Kembangsari 01 bermain angklung dan kulintang dalam pembukaan FLS2N Kecamatan Semarang Tengah di Taman Nada Brumbungan, pekan lalu. FOTO : NOVANTO KRISS PRABOWO / JATENG POS
ANGKLUNG : Tujuh siswa SDN Kembangsari 01 bermain angklung dan kulintang dalam pembukaan FLS2N Kecamatan Semarang Tengah di Taman Nada Brumbungan, pekan lalu. FOTO : NOVANTO KRISS PRABOWO / JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Menjadi kebanggaan tersendiri bagi tujuh siswa SDN Kembangsari 01. Grup Angklung Sari tempat mereka bernaung tampil sebagai musik pembuka dan pengisi gelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Kecamatan Semarang Tengah, di Taman Nada Brumbungan.

SDN Kembangsari 01 ditunjuk bersama tiga sekolah lainnya untuk tampil kolaborasi antara musik tradisional angklung dan kulintang. Membawakan empat lagu yang dimainkan secara terus menerus selama gelaran pembukaan FLS2N itu.

“Kebetulan guru ekstrakurikuler angklung itu sama di tiga sekolah tersebut. Jadi kami akhirnya dikolaborasikan bersama untuk tampil,” kata Rustantiningsih, Kepala Sekolah SDN Kembangsari 01 Semarang Tengah.

Tujuh siswa itu yakni Dimas (drum), Gading (gambang), Wahyu (angklumg melodi), Toni (tambur), Ael (angklung bas), dan Niko (bedug). Mereka mengkombinasikan dengan kulintang yang menghasilkan nada perkusi yang rancak dan kreatif.

“Empat lagu berjudul yakni Kodok Ngorek, Ayo Ngguyu, Goyang Kepala dan Jago Kluruk. Dilatih selama jam ekstrakokurikuler dan gladi bersih bersama SD lainnya sebelum tampil oleh Pak Awang Suroso,” katanya.

Baginya, pentas tujuh siswanya, meski berkolaborasi dengan sekolah lain, menjadi modal pengalaman dan menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil di hadapan umum. “Sebelumnya grup Angkung SDN Kembangsari 01 pernah juara di Undip dalam lomba angklung yang dikolaborasikan dengan baca puisi,” ujarnya.

Dia berharap, tampilnya siswa tersebut bisa menambah rasa kompak, kreatifitas meningkat dan tentunya menambah jam terbang untuk tampil di pentas lainnya. “Tentunya juga meningkatkan moral budi pekerti siswa, seperti pepatah bijak, dengan seni maka dapat menghaluskan hati, mudah-mudahan bermain angklung ini juga imbasnya pada budi pekerti mereka tambah baik,” tukasnya. (enk/sgt)