Beranda Jateng Banyumas Antisipasi Puncak Musim Hujan, PMI Banjarnegara Intensifkan Posko Siaga Bencana

Antisipasi Puncak Musim Hujan, PMI Banjarnegara Intensifkan Posko Siaga Bencana

8
Humas PMI Banjarnegara M. Alwan Rifai (kanan).

JATENGPOS.CO.ID, BANJARNEGARA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara kembali mengintensifkan posko siaga bencana menyusul peningkatan curah hujan di wilayah setempat sepanjang Februari 2021.

“Memasuki puncak musim, PMI Banjarnegara kembali mengintensifkan posko secara maksimal termasuk mempersiapkan peralatan kebencanaan, relawan hingga mobil ambulans,” kata Humas PMI Banjarnegara M. Alwan Rifai di Banjarnegara, Selasa.

Dia menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana guna mendukung upaya mitigasi.

Dia menambahkan, posko PMI Banjarnegara akan siaga selama 24 jam setiap harinya lengkap dengan kendaraan operasional dan peralatan siaga bencana serta relawan yang berkompetensi di bidangnya masing masing.

Dia menambahkan pihaknya juga terus memperkuat koordinasi antarsesama relawan dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Selain itu pihaknya juga terus memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya upaya mitigasi bencana.

“Sosialisasi terus dilakukan terutama untuk warga yang tinggal di lokasi rawan terjadinya bencana seperti di lereng atau perbukitan,” katanya.

Sementara itu Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie menginformasikan bahwa wilayah Kabupaten Banjarnegara telah memasuki puncak musim hujan.

“Sebagian wilayah di Banjarnegara bahkan sudah mulai memasuki puncak musim hujan sejak Januari lalu,” katanya.

Dia menambahkan kondisi serupa juga terjadi di kabupaten lain di sekitarnya seperti Banyumas, Kebumen dan Purbalingga.

Dia mengatakan pada saat ini intensitas curah hujan di wilayah setempat terus mengalami peningkatan sehingga pihaknya menggencarkan penyebarluasan informasi kondisi cuaca terkini.

Dia mengatakan pada puncak musim penghujan, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor juga ikut mengalami peningkatan.

“Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana banjir dan longsor. Tingkatkan budaya sadar bencana, jangan panik namun perlu tetap waspada, karena kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan,” katanya. (fid/ant)