Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “ APBN “ Tingkatkan Belajar IPA

“ APBN “ Tingkatkan Belajar IPA

251
IDA SULISTIANINGSIH, S.Pd.SD SD Negeri 2 Tanjungtirta Banjarnegara
IDA SULISTIANINGSIH, S.Pd.SD SD Negeri 2 Tanjungtirta Banjarnegara

          IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia.Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari.

            Kemajuan ilmu pengetahuan (IPTEK) yang begitu pesat sangat mempengaruhi perkembangan dalam dunia pendidikan terutama pendidikan IPA di Indonesia dan negara-negara maju. Pendidikan IPA telah berkembang di negara-negara maju dan telah terbukti dengan adanya penemuan-penemuan baru yang terkait dengan eknologi. Akan tetapi di Indonesia sendiri belum mampu mengembangkannya.Pendidikan IPA di Indonesia belum mencapai standar yang diinginkan, padahal untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sains penting dan menjadi tolak ukur kemajuan bangsa.

      Kenyataan yang terjadi di Indonesia, mata pelajaran IPA tidak begitu diminati dan kurang diperhatikan. Apalagi melihat kurangnya pendidik yang menerapkan konsep IPA. Permasalahan ini terlihat pada cara pembelajaran IPA serta kurikulum yang diberlakukan sesuai atau malah mempersulit pihak berupa materi atau kurikulum, guru, fasilitas, peralatan, siswa dan komunikasi antara siswa dan guru.

Berdasarkan hasil pengalaman guru, bahwa pembelajaran IPA masih menekankan pada konsep-konsep yang terdapat di dalam buku, dan juga belum memanfaatkan pendekatan eksperimen dalam pembelajaran secara maksimal. Mengajak siswa berinteraksi langsung dengan alat peraga jarang dilakukan. Guru IPA sebagian masih mempertahankan urutan-urutan dalam buku tanpa memperdulikan kesesuaian dengan alat peraga yang sudah tersedia di Sekolah. Hal ini membuat pembelajaran tidak efektif, karena siswa kurang merespon terhadap pelajaran yang disampaikan. Maka pengajaran semacam ini cenderung menyebabkan kebosanan kepada siswa.

            Alat Peraga Benda Nyata (APBN) merupakan media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri konsep yang dipelajari. Fungsi utama Alat Peraga Benda Nyata (APBN) adalah untuk menurunkan keabstrakan dari konsep, agar siswa mampu menangkap arti sebenarnya konsep tersebut. Dengan melihat, meraba, dan memanipulasi obyek/Alat Peraga Benda Nyata (APBN) maka siswa mempunyai pengalaman-pengalaman dalam kehidupan sehari-hari tentang arti dari suatu konsep. Alat peraga berupa papan tulis, buku tulis, dan daun pintu yang berbentuk persegi panjang dapat berfungsi sebagai alat peraga pada saat guru menerangkan sub bab bangun geometri datar persegi panjang. Pensil, kapur, lidi, biji-bijian dapat berfungsi sebagai alat peraga pada saat memperkenalkan bilangan kepada siswa, dengan cara membilang banyaknyaanggota dari kelompok benda, sehingga pada akhir membilang akan ditemukan bilangan yang sesuai dengan kelompok benda tersebut.

            Alat peraga mempunyai syarat dan kriteria antara lain tahan lama, bentuk dan warnanya menarik, sederhana dan mudah dikelola, ukurannya sesuai, dapat menyajikan konsep IPA, sesuai dengan konsep IPA, dapat memperjelas konsep IPA dan bukan sebaliknya, peragaan itu supaya menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir abstrak bagi siswa, menjadikan siswa belajar aktif dan mandiri dengan memanipulasi alat peraga, bila mungkin alat peraga tersebut bisa bermanfaat banyak.

   Dengan metode APBN diharapkan bisa membantu kelancaran dalam proses belajar mengajar, mempermudah pemahaman konsep dan kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan efisien sehingga tupoksi guru tercapai. Bagi siswa dapat mempermudah memahami konsep, materi lebih mudah dihayati dengan menggunakan alat peraga, menumbuhkembangkan sikap disiplin, teliti, kerjasama dan bertanggungjawab, interaksi guru dan siswa lebih meningkat, sehingga dapat memperoleh hasil yang optimal.

Semoga dengan metode APBN  siswa lebih mudah memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak sehingga materi pelajaran dapat terserap secara optimal, dan metode ini diharapkan dapat menciptakan kemampuan guru untuk menciptakan sendiri alat peraga sesuai dengan keperluan sehingga pembelajaran akan lebih efektif, efisien dan hasilnya jauh lebih baik

IDA SULISTIANINGSIH, S.Pd.SD

SD Negeri 2 Tanjungtirta

Banjarnegara