Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Aqidatul Awwam, Mudahkan Siswa Menghafal Nama-Nama Nabi

Aqidatul Awwam, Mudahkan Siswa Menghafal Nama-Nama Nabi

845
Moh. Ubaidillah,S.Pd.I Guru GPAI SD Tegalsari 8 Kota Tegal
Moh. Ubaidillah,S.Pd.I Guru GPAI SD Tegalsari 8 Kota Tegal

Manusia diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna. Selain sempurna penciptaannya, manusia juga mendapatkan amanat dari Allah untuk menjadi pemimpin atau khalifah di muka bumi ini. Manusia yang diberi amanat untuk memimpin dan menunjukkan jalan umat manusia adalah para nabi dan rasul. Allah mengutus para nabi dan rasul dalam jumlah yang sangat banyak. Namun, kita hanya diwajibkan mengetahui 25 nama-nama nabi dan rasul.

Dalam mata pelajaran PAIBP atau Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, materi ini dimasukkan pada kelas V SD semester II, yaitu KD. 3.3. Memahami nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul Azmi. Pengalaman penulis menyampaikan materi ini, tidak sedikit para siswa kesulitan menghafal nama-nama nabi. Rata-rata siswa hanya mampu menghafal nama-nama nabi dan rasul antara 10 sampai 15 nama nabi saja. Itupun mereka tidak urut menyebutkannya. Lantas, bagaimana strategi guru PAIBP untuk mengatasi masalah siswa yang tidak dapat menghafal nama-nama nabi ?

Sebenarnya ada banyak metode dan teknik untuk mengatasi masalah ini. Tergantung dari kreatifitas guru dalam mengelola pembelajaran di kelasnya. Mereka bisa menggunakan berbagai variasi metode dan teknik pembelajaran aktif dan menyenangkan agar para siswa dapat menghafal 25 nama-nama nabi, namun tetap menyenangkan dan tidak membuat bosan mereka. Teknik pembelajaran yang saya pilih adalah bernyanyi. Mengapa penulis memilih menyanyi sebagai teknik pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi masalah ini ?

Menyanyi merupakan suatu kegiatan yang disukai anak. Dengan menyanyi menirukan suara guru di depan kelas bersama teman-temannya, anak akan semakin senang terhadap apa yang dipelajarinya, terutama di lingkungan sekolah (Ma’rifah, 2009:25). Dengan demikian bernyanyi merupakan suatu kegiatan yang sangat disukai oleh anak-anak. Secara umum menyanyi bagi anak lebih berfungsi sebagai aktivitas bermain dari pada aktivitas pembelajaran atau penyampaian pesan. Menyanyi dapat memberikan kepuasan, kegembiraan, dan kebahagiaan bagi anak sehingga dapat mendorong anak untuk belajar lebih giat.

Menyanyi ternyata merupakan hal yang disukai tidak hanya oleh anak-anak, namun juga semua umur. Menyanyi dapat menjadi sarana hiburan dan juga pembelajaran bagi semua usia dan golongan. Kita dapat memilih lagu-lagu yang pas untuk materi pembelajaran yang kita ajarkan, apabila sesuai maka disamping menghibur dan menjadi jeda dan dapat menghilangkan kejenuhan, menyanyi juga dapat menguatkan pemahaman anak terhadap materi yang diajarkan (Ma’rifah, 2009:25). Belajar dengan nyanyian seorang anak akan lebih cepat mempelajari, menguasai, dan mempraktikkan suatu materi ajar yang disampaikan oleh pendidik. Selain itu kemampuan anak dalam mendengar, bernyanyi, dan berkreativitas dapat dilatih melalui kegiatan ini. Alat atau media yang penulis gunakan dengan teknik bernyanyi adalah aqidatul awam. Bagi sebagian orang mungkin sangat asing dengan istilah tersebut. Namun, untuk kalangan santri, istilah tersebut sudah familiar karena setiap hari dilantunkan oleh para santri. Sebenarnya apa aqidatul awam tersebut ?

Aqidatul Awam  merupakan kitab yang berisi syair-syair (nadham) tentang Tauhid, kitab ini dikarang oleh Syaikh as-Sayyid al-Marzuqiy. Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Muhammad bin Sayyid Ramadhan al-Marzuqiy al-Hasaniy wal Husainiy al-Malikiy, al-Mishriy al-Makkiy, dilahirkan sekitar tahun 1205 H di Mesir. Sepanjang waktu beliau bertugas mengajar di Masjid Mekkah. Karena kepandaian dan kecerdasannya, beliau kemudian diangkat menjadi Mufti Mazhab Maliki di Mekkah menggantikan Sayyid Muhammad yang wafat sekitar tahun 1261 H. Syaikh Ahmad al-Marzuqiy juga terkenal sebagai seorang pujangga dan dijuluki dengan Abu Alfauzi (albadar.net).

Aqidatul Awam terdiri dari 57 syair yang berisikan tentang aqidah ketauhidan, seperti: sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah, sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi rasul, nama-nama nabi dan rasul, nama-nama malaikat, nama-nama kitab suci, nama-nama keluarga dari Nabi Muhammad SAW. Aqidatul Awam diajarkan di madrasah-madrasah dan pesantren-pesantren salaf. Bahasa yang digunakan dalam kitab ini sangat sederhana sehingga sangat mudah untuk dilantunkan atau dinyanyikan dan dihafalkan oleh anak-anak. Tak sedikit para santri yang mampu menghafalkan semua syair Aqidatul Awam dalam waktu singkat.

Terkait dengan materi menghafal nama-nama nabi dan rasul, dijelaskan dalam kitab Aqidatul Awam dalam urutan syair ke-16 sampai dengan syair ke-19. Bunyi syairnya yaitu: hum ādamu idrīsu nūḥun hūdu ma’# ṣāliḥ wa ibrāhīmu kullum muttaba’; lūţun wa ismā’īlu isḥāqun każa # ya’qūbu yūsufu wa ayyūbuh tadā ; syu’aibu hārūnu wa mūsa wal yasa’ # żulkifli dāwūdu sulaimānut taba’; ilyāsu yūnusu zakariyya yahya # ‘isa wa ţāhā khātimun da’ gayyā. Hanya dengan menghafalkan 4 syair Aqidatul Awam, siswa sudah dapat menghafal 25 nama nabi dan rasul. Hal ini tentu sangat memudahkan siswa untuk menghafalnya, karena siswa cenderung menyukai nyanyian.

Penulis menerapkan teknik ini dalam pembelajaran di kelas V. Penulis mencoba mengeksplorasi siswa untuk menghafalkan 4 syair Aqidatul Awam di atas. Terbukti dalam waktu yang tidak terlalu lama, sebagian besar siswa dapat menghafalkan 4 syair tersebut. Dengan demikian, ketika siswa dapat menghafal 4 syair tersebut, tanpa terasa mereka sudah dapat menghafal 25 nama nabi dan rasul. Dengan demikian, teknik menyanyikan syair Aqidatul Awam dapat memudahkan siswa dalam menghafal nama-nama nabi dan rasul.

Moh. Ubaidillah,S.Pd.I

Guru GPAI SD Tegalsari 8 Kota Tegal