Beranda Headline Arus Mudik, Polda Jateng Identifikasi Daerah Berpotensi Jadi Pusat Permasalahan

Arus Mudik, Polda Jateng Identifikasi Daerah Berpotensi Jadi Pusat Permasalahan

98

JATENGPOS.CO.ID, Jakarta – Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengidentifikasi sejumlah daerah yang berpotensi menjadi pusat permasalahan (trouble spot) pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2019, kata Kepala Polda Jateng Inspektur Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel.

“Ini adalah merupakan perjalanan dari saya untuk melakukan pengecekan terhadap kesiapan dari jalur mudik (Lebaran) 2019 terutama kesiapan jalan dan rambu-rambu serta fasilitas atau sarana pendukung jalannya, untuk memastikan bahwa seluruhnya sudah bisa digunakan, sudah bisa memberikan kenyamanan, kelancaran, dan keamanan kepada para pemudik nanti,” katanya kepada wartawan usai mengunjungi Mako Brimob Watumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Ia mengaku sejak hari Minggu (12/5) sudah melakukan pengecekan terhadap jalan tol dari Semarang hingga perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat di Pejagan.

Dari 24 pintu yang ada di sepanjang jalan tol tersebut, kata dia, pihaknya mengidentifikasi beberapa permasalahan atau “trouble spot” yang kemungkinan muncul di tempat itu.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga melihat simulasi arus kendaraan jika diberlakukan satu arah dari barat ke timur maupun dari timur ke barat ketika arus balik.

“Memang yang paling berat di tiga titik ya, pada waktu arus mudik nanti, titik ‘exit’ di Pejagan, kemudian titik Brebes Barat dan Brebes Timur. Titik-titik ini titik krusial karena tiga titik ini akan menuju pada satu arah yang sama ke selatan, menuju Purwokerto dan Banyumas sini,
” jelas mantan Gubernur Akademi Kepolisian itu.

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan pada titik krusial tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian, antara lain pasar tumpah menjelang hari raya, lampu pengatur lalu lintas (traffic light) yang berdekatan dengan pintu keluar tol terutama di Pejagan yang merupakan persimpangan jalan utama dari pantura menuju jalur selatan, tikungan, dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Terkait dengan pasar tumpah, dia mengatakan hal itu harus dilakukan pengelolaan yang baik karena di sepanjang jalur selatan ini hampir setiap ruas ada pasar.

“Bahkan, ada di kiri dan kanan. Ini perlu ada kordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pengelola pasar untuk dilakukan penertiban, untuk dilakukan kanalisasi,” katanya.

Menurut dia, kanalisasi dilakukan untuk mengatur tempat berhentinya kendaraan yang akan menaikkan dan menurunkan penumpang serta mengatur tempat untuk masyarakat yang akan menyeberang.

“Kalau di sepanjang (jalan depan) pasar dia bisa menyeberang, itu tentunya akan mengganggu arus lalu lintas. Tanpa ada pasar saja, arusnya sudah arus berat,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan padukan kecepatan kendaraan agar tidak terganggu termasuk pengaturan lampu lalu lintas tidak dibuat reguler

Terkait dengan beberapa ruas jalan yang sedang diperbaiki, dia mengatakan pihaknya sudah bicarakan permasalahan tersebut dengan pengelola jalan dan mendapat informasi jika perbaikan akan selesai paling lambat H-14 Lebaran 2019.

“Saya sudah bicara dengan pengelolanya, mudah-mudahan H-14 Lebaran sudah bisa diselesaikan,” katanya. (fid/ant)