Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Asyiknya Belajar IPS dengan Model PAP

Asyiknya Belajar IPS dengan Model PAP

BERBAGI
Suratmi,S.Pd.SD SD Negeri Rejowinangun, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo
Suratmi,S.Pd.SD SD Negeri Rejowinangun, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu mata pelajaran di sekolah dasar yang dianggap oleh anak-anak sebagai mata pelajaran yang banyak teori dan hafalannya. Materi pelajaran IPS meliputi pengetahuan sejarah, lingkungan geografis, lingkungan manusia, hewan dan tumbuhan serta kegiatan ekonomi. Selain itu, materi pelajaran  IPS juga selalu berkembang dan mengalami perubahan setiap waktu. Misalnya saja jumlah provinsi di Indonesia yang selalu berkembang dari sejak kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang. Tidak seperti ilmu pasti yang konsepnya tetap sama dari dulu hingga sekarang, meskipun ada pengetahuan-pengetahuan baru yang memperkaya pengetahuan sebelumnya.

Materi IPS yang selalu berkembang menuntut kita sebagai guru untuk selalu membuka wawasan baru supaya tidak ketinggalan informasi. Materi IPS yang lebih banyak teorinya daripada praktik, menuntut guru untuk selalu berinovasi dan menggunakan berbagai macam model dan media pembelajaran dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuannya supaya siswa tertarik untuk belajar, ikut aktif dalam pembelajaran, tidak merasa bosan dan merasa dituntut untuk menghafalkan materi yang banyak. Dan salah satu model pembelajaran yang cocok diterapkan dalam pembelajaran IPS agar siswa asyik belajar adalah model pembelajaran Picture and Picture (PAP). Apa itu model model pembelajaran PAP?

Model pembelajaran picture and picture (PAP) adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan yang logis. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran yang besar.                   (https://afniafandi.wordpress.com/2013/05/27/model-pembelajaran-picture-and-picture/)

Pembelajaran IPS menggunakan model PAP ini sangat mengasyikkan. Apalagi sekarang, perkembangan teknologi yang pesat sangat membantu guru yang ingin menerapkan model PAP. Kalau dulu untuk mendapatkan gambar, guru harus fotocopy dan warnanya hitam putih. Kalau ingin menggunakan gambar dalam ukuran besar, harus diperbesar berkali-kali, itu pun kadang-kadang masih kurang besar jika ingin dipajang di depan kelas. Kalau ingin menggunakan gambar foto aslinya, diperlukan waktu, tenaga dan biaya yang besar. Sebaliknya, di zaman sekarang ini guru dapat mencari gambar-gambar yang menarik di internet untuk digunakan. Misalnya, gambar tentang lingkungan alam dan buatan di berbagai negara, peninggalan sejarah, dan keanekaragaman budaya. Kita bawa dunia luar ke dalam kelas kita tanpa harus membawa anak-anak ke luar kelas, sehingga hemat waktu, tenaga, dan biaya. Dan yang harus diperhatikan ketika kita mengunduh sesuatu dari internet adalah mencantumkan sumber/alamat dari mana kita mendapat gambar tersebut. Gambar-gambar yang telah  kita dapatkan, kita kemas dalam bentuk power point atau dibuat video sehingga pembelajaran lebih menarik.

Pada saat pembelajaran, guru tidak perlu banyak ceramah pada siswa. Guru hanya menjelaskan point-point yang penting saja. Mintalah siswa untuk memperhatikan power point di layar LCD. Jadi, guru tidak perlu memperbesar gambar dan menempelkan di papan tulis. Cukup dengan LCD, gambar terlihat lebih besar, dan tentu saja berwarna. Hal ini sangat menarik perhatian siswa. Siswa terlihat aktif dan asyik dalam mengikuti pelajaran, tidak ada yang malas-malasan. Materi pelajaran juga lebih mudah tertanam. Dan untuk lebih menanamkan konsep pada siswa, sediakan gambar dalam bentuk kartu-kartu kecil. Mintalah siswa untuk bekerja kelompok, mengurutkan gambar-gambar yang ada atau mengelompokkan gambar-gambar yang ada. Pada saat kerja kelompok itulah, siswa berlatih berpikir kritis dan memecahkan masalah. Setelah berdiskusi, berilah kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Anak-anak sangat senang sekali kalau disuruh maju, bahkan kadang sampai berebutan untuk tampil di depan kelas.

Adanya kartu-kartu gambar, seolah-olah anak bermain. Bermain sambil belajar tentunya. Belajar tidak harus diam memperhatikan guru. Dengan aktif memegang alat peraga seperti gambar, konsep pelajaran lebih tertanam pada diri siswa. Terlebih lagi dengan adanya gambar dapat memvisualisasikan konsep-konsep yang abstrak. Jadi, asyik bukan belajar IPS dengan model PAP? Selamat mencoba.

Suratmi,S.Pd.SD
SD Negeri Rejowinangun, Kecamatan Kemiri
Kabupaten Purworejo