Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Audiovisual Ketoprak Tingkatkan Menulis Naskah Drama

Audiovisual Ketoprak Tingkatkan Menulis Naskah Drama

BERBAGI
: SUWONDO, S.Pd Guru SMP N 1 Penawangan Kab. Grobogan
: SUWONDO, S.Pd Guru SMP N 1 Penawangan Kab. Grobogan

GROBOGAN – Peningkatan kualitas pelajaran merupakan salah satu dasar peningkatan pendidikan secara keseluruhan. Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia, baik aspek kemampuan, kepribadian, maupun tanggung jawab sebagai warga masyarakat. Dalam suatu proses belajar mengajar dua unsur yang terpenting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan, pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis metode pembelajaran yang sesuai.

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran, pemakaian media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa sehingga akan membantu keefektifan proses pembelajaran dalam penyampaian pesan dan isi pembelajaran pada saat itu.

Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman. Oleh karena itu pentingnya bagi guru untuk menggunakan media pembelajaran yang sesuai. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis memuat kompetensi dasar menulis naskah drama. Menulis naskah drama sebagian dari keterapilan menulis sering ditemukan kendala – kendala dalam proses pembelajaran.

Banyak siswa yang kurang menguasai kompetensi dasar menulis naskah drama. Hal itu di tunjukkan ketika siswa di suruh untuk menulis dialog dalam bentuk percakapan atau menulis drama,mereka banyak yang menulis asal-asalan,ada juga yang tidak tahu darimana mereka harus menulis.Kekurangan-kekurangan yang dialami siswa tersebut tentu tidak lepas dari proses pembelajaran yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar.Guru mempunyai peran yang besar dalam 1 hal tersebut,banyak alasan yang bisa dikemukakan antara lain metode yang tidak sesuai.Untuk mengatasi rendahnya kemampuan siswa dalam menulis naskah drama maka audio fisual sangat tepat digunakan oleh guru atau pendidik.

Karakter media Audio Visual adalah memiliki unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi dua jenis media yang pertama dan kedua yaiu media audio dan visual.Audio berarti alat peraga yang bersifat dapat di dengar (KBBI:76) visual berarti dapat dilihat dengan indra penglihatan atau mata.

Menulis merupakan hal yang bisa dilakukan oleh para siswa. Namun, masih ada anak yang belum bisa menulis dengan lancar dan benar. Menulis naskah drama dengan bantuan penggunaan audio visual rekaman ketoprak sangat mempermudah siswa untuk bisa menulis dengan lancar dan benar.Hal ini karena media audio visual menambah suatu dimensi baru yang dapat menyajikan gambar bergerak pada siswa, disamping suara yang  menyertainya.

Peningkatan dapat terlihat dari kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran, motivasi (minat) siswa dalam pembelajaran. Kualitas hasil pembelajaran siswa di tandai dengan keterampilan siswa dalam menjelaskan tema, dan kandungan makna dalam naskah drama, ketrampilan dalam menggambarkan karakter tokoh, keterampilan dalam mendiskripsikan setting, keterampilan dalam penggunaan bahasa pada pelaku di setiap karakter, keterampilan dalam membuat konflik serta kesesuaian penulisan naskah drama dengan kaidah penulisan naskah drama yang baik dan benar.

Menulis naskah drama melalui Audiovisual Ketoprak dilakukan melalui beberapa tahap       1) siswa menonton (melihat dan mendengarkan) tayangan rekaman ketoprak. 2) penemuan inspirasi, tahap ini siswa melalui tayangan rekaman ketoprak terinspirasi untuk menemukan bentuk – bentuk dialog yang akan ditulis. 3) Menulis naskah drama. Tahap ini siswa menuliskan naskah drama berdasarkan pengalaman nyata yang terjadi pada dirinya dengan memperhatikan kronologis cerita dan kaidah penulisan naskah sesuai dengan Ejaan yang disempurnakan.

Dengan menggunakan media Audiovisual Ketoprak selain anak tidak merasa jenuh atau membosankan, siswa lebih aktif berlatih menulis secara intensif, juga mampu meningkatkan kemampuan keterampilan siswa dalam menulis naskah drama.

SUWONDO, S.Pd

Guru SMP N 1 Penawangan,Kab. Grobogan

BERBAGI