Beranda Hukum & Kriminal AWAS!! Sindikat STNK Palsu Beraksi di Tegal

AWAS!! Sindikat STNK Palsu Beraksi di Tegal

BERBAGI
Wakapolres Kompol Muhammad Purbaya mengorek keterangan tersangka pelaku pemalsu STNK kemarin. FOTO:HERMAS PURWADI /JPNN

JATENGPOS.CO.ID. TEGAL– Kian hari kebutuhan hidup kian meningkat. Keterdesakan ekonomi membuat banyak orang ”gelap mata” dan nekat berbuat curang untuk mendapatkan uang.

Salah satu caranya, dengan memalsukan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Seperti dilakukan Hadi Kusmanto , 36, warga RT 05 RW 02, Desa Demagharjo, Kecamatan Warureja dan Yusmiadi alias Yus, 30,  warga RT 03 RW 03, Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Akibat aksi kejahatannya tersebut, dua lelaki paruh baya itu harus menebusnya dengan cara dibekuk petugas Satuan Reskrim Polres Tegal. Kepada petugas, baik Hadi maupun Yusmiadi mengaku niat jahatnya muncul bermula saat mereka disuruh Mukhamad Ali, 46, warga RT 04 RW 03, Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabuaten Tegal, untuk mengurus balik nama kepemilikan mobil Suzuki Futura ST 150, termasuk mengurus STNK kendaraan yang baru dibelinya tersebut.

”Saat itu kami diberi uang oleh korban Rp 5 juta untuk mengurus balik nama, termasuk membuat STNK baru atas nama Mukhamad Ali. Namun uangnya sudah kami habiskan, sehingga muncul niat jahat memalsukan STNK  itu,” ungkap Hadi.

Cara memalsukannya, mereka pelaku mengubah isi STNK lama Nopol R 1948 HB  dengan menempel hologram palsu. Tujuannya agar sesuai dengan aslinya.

Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo SIK, melalui Wakapolres Kompol Muhammad Purbaya, didampingi Kasat Reskrim AKP Bambang Purnomo menyatakan, aksi kedua pelaku terbongkar setelah korbannya, Mukhamad Ali, mendatangi Kantor UPPD Samsat Slawi untuk memroses perpanjangan pajak kendaraan.

”Saat berkas perpanjangan pajak diperiksa, Bagian Urusan (Baur) STNK UPPD Samsat Slawi  mendapati 1 buah STNK Suzuki  Futura ST 150 Nopol G 1986 RZ warna hitam keluaran 2005 milik Mukhamad Ali ternyata palsu,” ungkap Purbaya Senin (29/1).

Berangkat dari temuan tersebut, korban yang sebelumnya sempat memasrahkan proses balik nama mobil miliknya pada kedua tersangka, melaporkan kasusnya ke polisi. Petugas lalu menjerat keduanya dengan Pasal 263  KUHP tentang Pemalsuan Surat.

”Barang bukti yang berhasil diamankan, 1 buah STNK Suzuki Furtura ST 150 yang dipalsukan dengan Nopol G 1986 RZ; 1 buah STNK Suzuki Futura ST 150 Nopol R 1948 HB; 1 unit CPU; 1 unit scanner; dan 1 unit printer,” ujarnya.

 

CARA MEMBEDAKAN

Sementara, Muslih, 40, warga Desa Pacul, Kecamatan Talang, menyatakan, berdasarkan pengamatan dan pengalamanya mengurus surat-surat kendaraan selama ini, meski pelaku kejahatan bisa meniru STNK asli, tapi tetap saja ada perbedaan yang cukup mencolok.

Ciri STNK palsu, kata dia, pertama tinta cetakan pada kertas STNK akan luntur jika terkena air. ”Hal ini berbeda dengan STNK asli yang menggunakan kertas serta tinta dengan kualitas baik. Jika hendak membeli mobil bekas, jangan ragu untuk membasahi STNK mobil yang hendak dibeli. Tujuannya untuk mengetahui keasliannya. Jika luntur, kita patut curiga jika mobil itu bermasalah,” jelasnya.

Selanjutnya, imbuh dia, ciri-ciri STNK palsu biasanya tidak terdapat hologram logo Korps Polri yang seharunya posisinya berada tepat di atas tulisan cap STNK. Agar lebih jeli, coba lihat contoh hologram pada STNK asli dan amati baik-baik. Biasanya, bagian hologram ini sulit ditiru, lebih-lebih pada bagian logo Korps Polri.

”Ciri-ciri STNK palsu selanjutnya tidak terdapat benang pengaman. Coba periksa STNK asli, pasti akan ditemui benang pengaman yang dibuat menyerupai rajutan khas. Jika STNK yang diterima tidak memiliki benang pengaman serupa, sebaiknya juga patut curiga,” tegasnya.

Selain mengecek ciri-ciri fisik, terang Muslih, warga juga bisa mengetahui STNK tersebut asli atau palsu dengan melakukan pengecekan secara online.

Ada dua cara yang bisa warga lakukan. Pertama, warga bisa mengunjungi website tertentu maupun dengan mengirimkan SMS ke nomor tertentu untuk mendapatkan informasi seputar data kepemilikan kendaraan bermotor. Warga juga bisa mengeceknya melalui aplikasi smartphone Android dengan mengetikan kata kunci ”Cek Pajak Kendaraan” pada aplikasi Play Store. Setelah itu tinggal pilih aplikasi yang sesuai dengan pajak kendaraan di daerah.

”Untuk STNK, kalau membedakan antara yang asli dan palsu, gampangnya terlihat dari ketajaman hasil cetakan dan hologram,” jelas Muslih.

Cetakan STNK yang palsu, kata dia, tidak sejelas yang asli. Sedangkan hologram yang terdapat di bagian belakang STNK bila diperhatikan konturnya lebih tebal dan tidak detail cetakannya. (her/wan/fat/jpnn/muz)

BERBAGI