Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Bahan Manipulatif Tingkatkan Pemahaman Konsep Pecahan

Bahan Manipulatif Tingkatkan Pemahaman Konsep Pecahan

235
Nurmala Sari Dewi,S.Pd.SD Guru SDN 2 Glapansari Temanggung
Nurmala Sari Dewi,S.Pd.SD Guru SDN 2 Glapansari Temanggung

Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar saat ini telah berkembang pesat, baik materi maupun kegunaannya. Namun sayang sampai saat ini matematika masih dipandang sebagai pelajaran yang membosankan dan tidak menarik. Komponen utama dalam proses pembelajaran adalah guru dan siswa. Ditinjau dari komponen guru, agar proses pembelajaran berhasil, guru harus dapat membimbing siswa sedemikian rupa sehingga mereka dapat mengembangkan pengetahuannya. Pengetahuan  sesuai dengan struktur pengetahuan mata pelajaran yang dipelajarinya. Ditinjau dari komponen siswa, keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh konsep-konsep yang relevan yang telah dimiliki siswa pada awal mempelajari materi tertentu.

Dalam pembelajaran matematika, konsep pecahan dan operasinya merupakan konsep yang sangat penting untuk dikuasai.  Hal tersebut sebagai bekal untuk mempelajari bahan matematika dan bahan bukan matematika yang terkait. Akan tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa Sekolah Dasar(SD)  mengalami kesulitan memahami pecahan dan operasinya. Untuk mengatasi hal tersebut, pembelajaran perlu diarahkan kepada pengalaman yang realistis. Maksudnya sesuai dengan keadaan di sekitar kehidupan dan lingkungan mereka. Sehingga mereka akan merasakan bahan matematis yang diberikan mempunyai kaitan nyata dan manfaat dengan situasi yang mereka alami setiap hari.  Perlu dipertimbangkan kapan digunakan dan jenis alat peraga mana yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkret yang dirancang, dibuat, dihimpun, atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam Matematika (Djoko Iswaji, 2003). Alat peraga merupakan bagian dari media. Media pengajaran diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara terjadinya proses belajar, dapat berwujud perangkat lunak maupun non lunak.

Bahan manipulatif dalam pembelajaran matematika SD menurut Muhsetyo (2007) adalah alat bantu pembelajaran yang digunakan terutama untuk menjelaskan konsep dan prosedur matematika. Alat ini merupakan bagian langsung dari mata pelajaran matematika, dan dapat dimanipulasikan oleh peserta didik (dibalik, dipotong, digeser, dipindah, digambar, ditambah, dipilah, dikelompokkan/diklasifikasikan).

Penggunaan bahan manipulatif ini dimaksudkan untuk mempermudah peserrta didik dalam memahami konsep dan prosedur matematika. Bahan manipulatif ini dapat diperoleh dari barang-barang yang harganya relatif murah dan mudah diperoleh, misalnya karton, kertas, kayu , kawat atau  kain. Konsep pecahan a/b sebagai a bagian dari b bagian yang sama, dapat didemonstrasikan guru, atau dipraktikkan siswa, dengan menggunakan berbagai bangun geometri, misalnya persegi, persegi panjang, jajargenjang, belah ketupat, segitiga, dan lingkaran.

Pecahan-pecahan senilai juga dapat ditunjukkan dengan potongan kertas memanjang atau potongan kertas dalam bangun-bangun geometris, misalnya dengan menggunakan potongan kertas  memanjang, dapat ditunjukkan pecahan-pecahan senilai. Dari potongan potongan tersebut dapat diketahui jika kertas persegi panjang dengan ukuran yang sama dipotong menjadi 2 bagian tentu saja hasilnya akan berbeda jika dipotong menjadi 3 atau 4 bagian yang sama. Dari potongan tersebut diperoleh potongan yang mana yang lebih kecil atau lebih besar, sehingga dengan begitu anak akan lebih mudah mengurutkan pecahan dari yang terbesar ke terkecil atau sebaliknya.

Dari hasil perbaikan pembelajaran matematika di kelas III SDN 2 Glapansari, penggunaan bahan manipulatif dari kertas  terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada materi mengurutkan pecahan. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya rata-rata hasil evaluasi sebelum perbaikan yaitu dari 56,92 menjadi 87,69. Oleh sebab itu sebaiknya dalam pembelajaran para guru menggunakan alat peraga yang mudah diterapkan kepada siswa, sederhana tetapi dapat meningkatkan kreatifitas siswa.

Nurmala Sari Dewi,S.Pd.SD

Guru SDN 2 Glapansari Temanggung