Beranda Jateng Pantura Timur Bahas Raperda Retribusi, Pansus Sambangi PBIAT Ambarawa

Bahas Raperda Retribusi, Pansus Sambangi PBIAT Ambarawa

55
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, AMBARAWA — Panitia Khusus (Pansus) Retribusi DPRD Jateng terus mengebut penyelesaikan raperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah Provinsi Jateng.  Pada Senin (17/9/2018), Pansus  berkunjung ke satker Perbenihan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Ambarawa, Kabupaten Semarang dalam rangka  mencari data, masukan dan saran untuk penyelesaian Raperda tersebut.

“Kami ingin mencari saran, masukan dan informasi agar Raperda yang digagas dan diendors oleh Komisi C DPRD Jateng, tahun ini bisa diperdakan,” ujar Ketua Pansus Retribusi Hasan As’ari.

Legislator PAN yang juga anggota Komisi C itu menambahkan data  potensi retribusinya maupun realisasinya pada tahun-tahun yang lalu di PBIAT sangat berguna dalam penyusunan Raperda. Apalagi PBIAT selain sebagai pengumpul PAD juga berfungsi melaksanakan pelayanan masyarakat di bidang perbenihan ikan air tawar. Sehingga, idealnya kedua fungsi itu tetap berjalan seiring. Namun jika tidak dapat seiring, tentu harus diutamakan pelayanan masyrakat dibanding PAD.

PBIAT Ambarawa memiliki lahan seluas satu hektare dengan 30 kolam pembenihan. Tahun ini ditarget PAD sebesar Rp 100 juta dengan realisasi per Agustus mencapai Rp 78 juta lebih (78%). PBIAT Ambarawa masih menghadapi kendala kekurangan air akibat musim kemarau panjang, sehingga selama tiga bulan terakhir hanya mengandalkan pengairan dari mesin pompa. Hal itu berdampak pada produktivitas benih indukan maupun produksi indukan.

Anggota Pansus yang juga anggota Komisi C dari Fraksi PKS, Muhammad rodhi meminta pengelola PBIAT Ambarawa untuk berkeja kreatif, inovatif, dan tidak berpangku tangan untuk mengatasi kekurangan pasokan air. “Agar air tetap ada, harus kreatif inovatif. Semisal membuat kincir angin, atau apalah disesuaikan kondisi setempat,” katanya.

Pimpinan dan anggota Pansus sempat meninjau kolam dan mendapati kondisi air kolam seluruhnya keruh, berwarna kehijauan pekat. Tidak tampak adanya petugas pembersih air kolam yang sebagian dikotori lumut mengambang di permukaan kola,

Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Jateng memiliki tujuh satker PBIAT  yang seluruhnya ditarget PAD sebesar 1,06 miliar dan per Agustus realisasinya telah mencapai Rp 744 juta (70%). “Kami Optimis akhir tahun nanti dapat direalisasi seluruh target,” ujar Kepala BBIAT Jateng Bambang Pramono. (adv)

BERBAGI