Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Bahasa Inggris, Master Bukan Monster

Bahasa Inggris, Master Bukan Monster

228
Nur Choiriyah, S.Pd. Guru Bahasa Inggris SMK N 1 Salatiga
Nur Choiriyah, S.Pd. Guru Bahasa Inggris SMK N 1 Salatiga

JATENGPOS.CO.ID, – Terlepas dari peran pemelajaran bahasa Inggris di sekolah, harus kita terima bahwa kebutuhan akan bahasa Inggris sudah sangat mendominasi. Untuk menjawab tantangan global dan pasar bebas, kita tidak bisa berharap banyak dari lembaga pendidikan formal. Belajar bahasa Inggris tidak bisa dengan hanya 2 atau 3 jam perminggu seperti yang termuat dalam silabus bahasa Inggris tingkat SMK dalam kurikulum 2013. Atau, mahir dalam hitungan minggu atau bulan seperti paket kursus yang sering ditawarkan. Kita perlu waktu lebih lama sebab belajar bahasa adalah sebuah pembiasaan bukan instan.

Pada kenyataanya, bahasa Inggris di sekolah diajarkan karena pemenuhan target silabus dan kurikulum saja. Kapasitas kelas yang berisi siswa dengan latar belakang dan daya tangkap  yang berbeda tidak akan mendukung penerapan kurikulum yang lebih baik. Demikian juga dengan metode pengajaran yang sudah sedemikian variatifnya yang tidak jarang malah menimbulkan keputusasaan bagi guru. Belum lagi melihat kenyataan bahwa tes pelajaran bahasa yang harusnya menguji kemampuan berkomunikasi baik lesan dan tertulis malah disajikan dengan tipe – tipe soal grammar yang tidak mendukung keterampilan berbicara.

Sudah hal biasa anak-anak berpendapat bahwa bahasa Inggris itu monster. Julukan monster itu bisa muncul karena materi bahasa Inggris yang diangga pribet dan sulit dipahami karena harus berpikir dobel dengan menerjemahkan sebelum memahami.  Bisa juga julukan itu ditujukan untuk guru pengajarnya yang dikenal galak dan tegas. Pendapat seperti itu akan menimbulkan sikap negatif terhadap bahasa Inggris. Biasanya mereka jadi takut atau malas ikut pelajaran itu. Mereka bahkan berani membolos hanya karena mendadak merasa perutnya mual dan mules saat mengikuti pelajaran bahasa Inggris.Mereka sama sekali tidak termotivasi untuk bisa menguasai bahasa Inggris. Padahal kenyataannya mereka sangat membutuhkannya dalam segala aspek dunia kerja dan industry. Untuk memotivasi mereka di dalam kelas, diperlukan kreativitas guru untuk membuat suasana kelas yang membosankan jadi menyenangkan. Setidaknya anak-anak menjadi merasa nyaman dan betah mengikuti pelajaran di kelas.

Ada beberapa masalah yang menurut para siswa merupakan kendala bagi mereka untuk menguasai Bahasa Inggris. Masalah-masalah tersebut adalah jarangnya guru berbicara dengan Bahasa Inggris di dalam kelas. Hal ini dirasakan menghambat oleh para siswa karena menurut mereka, mereka jadi tidak terbiasa mendengar orang lain berbahasa Inggris.Pelajaran terlalu ditekankan pada tata bahasa (dan bukan pada percakapan), tetapi siswa jarang diberi arahan mengenai bagaimana dan apa fungsi dari unsur-unsur tata bahasa yang mereka pelajaritersebut. Kosa kata yang diajarkan tidak terlalu berguna dalam percakapan sehari-hari. Materi pelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMK tidak berkesinambungan. Para siswa menyatakan bahwa sering terjadi pengulangan materi (seperti misalnya tenses) tetapi tetap saja fungsi dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari kurang jelas.

Jadi, sebagai seorang guru Bahasa Inggris, sebenarnya banyak yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Karena gurulah yang memegang kendali dalam pengajaran. Yang jelas, kita tidak boleh hanya menyalahkan pihak pemerintah (yang membuat kurikulum) saja tetapi akan lebih baik jika kita mengintrospeksi diri sendiri dan lebih menggali lagi potensi kita untuk mencari pendekatan yang lebih berhasil dalam mengajarkan Bahasa Inggris pada siswa di sekolah.

Dari kenyataan yang kita lihat di atas dapat disimpulkan bahwa masih banyak kendala yang harus dihadapi dalam upaya meningkatkan mutu hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah. Ada beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi sesama pengajar Bahasa Inggris di Indonesia. Yang pertama, selalu percaya diri dengan kemampuan kita bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris agar kelancaran berbahasa tetap terjaga. Ini akan memotivasi siswauntuk dapat berbicara dengan lancar. Yang kedua, menekankan fungsi dan aplikasi dari semua unsur tata bahasa yang kita terangkan kepada siswa. Pastikan bahwa siswa benar-benar mengerti kapan mereka harus menggunakan struktur tersebut. Yang ketiga, melakukan dril dan memberi tambahan kosa kata yang akan bermanfaat untuk percakapan sehari-hari pada siswa. Yang terakhir, pengulangan materi yang kita berikan merupakan pendalaman mengenai apa yang sudah dipelajari siswa dan bukan hanya mengulang tetapi tidak membuat siswa semakin bisa menerapkannya.

Demikian beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk kita semua. Semoga apa yang telah dipaparkan di atas memberikan manfaat bagi kita semua dan mengubah penilaian bahwa dengan bahasa Inggris, kita akan menjadi master yang menguasai segala bidang dan bukan menjadi monster, momok yang menakutkan sehingga selalu dihindari.

Nur Choiriyah, S.Pd.

Guru Bahasa Inggris SMK N 1 Salatiga