Beranda Jateng Bahaya Longsor, Truk Semarang-Temanggung Dilarang Lewat

Bahaya Longsor, Truk Semarang-Temanggung Dilarang Lewat

42
BERBAGI
Sejumlah truk melintasi jalur pantura Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (5/6). Untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik, Kemenhub mengeluarkan aturan jam operasional untuk kendaraan barang (foto: Antara)

JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Truk bermuatan untuk sementara dilarang melintas di jalur alternatif yang menghubungkan Temanggung dan Semarang menyusul terjadinya jalan longsor di Dusun Lamuk, Desa Kalimanggis, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

“Truk bermuatan untuk sementara dilarang melintas karena dikhawatirkan dapat menimbulkan longsor susulan di lokasi tersebut,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, di Temanggung, Senin.

Ia menuturkan di lokasi longsor tersebut sedang berlangsung pembangunan talut setinggi 10 meter dengan panjang 25 meter.

Ia mengatakan longsor terjadi dua kali, yakni pada Minggu (29/7) sekitar pukul 09.00 WIB dan pukul 20.15 WIB.

Akibat longsor tersebut, ruas jalan saat ini tinggal separuh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut di wilayah Kecamatan Kaloran itu.

Mengingat kondisi ruas jalan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan buka tutup di jalur itu dan meminta truk bermuatan agar tidak melintas di jalur alternatif tersebut.

Ia mengatakan sebelumnya memang sudah ada retakan di jalan tersebut, sedangkan pembangunan talut dimaksudkan mengantisipasi terjadinya longsor.

Akan tetapi, kata dia, pembangunan talut belum selesai justru ruas jalan sudah longsor.

Wilayah Kecamatan Kaloran merupakan salah satu daerah rawan longsor di Kabupaten Temanggung. (fid/ant)

BERBAGI