Beranda Politik Baliho Ganjar Ditindak Setelah Penetapan KPU

Baliho Ganjar Ditindak Setelah Penetapan KPU

85
BERBAGI
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang mulai mengindentifikasi dan menginventarisir baliho paslon Pilgub Jateng 2018 dan bakal caleg yang mulai betebaran di berbagai tempat. Keberadaannya akan dipantau sampai menjelang masa penetapan calon oleh KPU.

“Baliho sudah betebaran baik itu nama calon gubernur, caleg, partai. Baik ditingkatan regioal, pusat. Dimana baliho sama juga alat peraga kampanye (APK), yang dipasang tidak berada pada tempatnya,” kata Naya Amin Zaini, Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Panwaslu Kota Semarang, kemarin.

Dia melihat, baliho atau spanduk banyak terpasang secara ilegal seperti di jalan protokol, pohon, dan tempat bukan semestinya. Artinya tidak berizin pada dinas terkait.

“Panwascam se-Kota Semarang sedang menginventaris dan mencatat detail partai apa, calon siapa, alamat dan tempat pemasangan. Lalu kita kaji secara hukum. Kita akan sarankan dan rekomendasikan ke instansi berwenang yakni Satpol PP dan Kesbangpolinmas apakah itu ilegal atau tidak,” ujarnya.

Saat ini pihaknya hanya bertindak sebatas mengamati dikarenakan belum memasuki tahapan penetapan paslon oleh KPU. Namun begitu, dari reklame itulah sebagai pintu masuk apakah pemasangan legal atau ilegal.

“Legal artinya sesuai perwal atau perda, sudah mempunyai izin pemasangan, ada batas waktu, tema acara, dan tempat yang memang diperuntukan,” katanya.

Pihaknya pun akan mulai berindak tegas manakala KPU sudah memasuki tahapan penetapan paslon. Baliho serta APK yang terpasang akan diturunkan paksa jika sudah masuk masa kampanye.

“Secara lisan sudah kita dorong Satpol PP, walau belum ada laporan dari kita, tapi bisa berdadar atas temuan. Karena sudah banyak sekali terpasang. Satpil PP  punya kewenangan mencopot jika ilegal. Atau masih terpasang namun sudah masuk masa kampenye, bisa di copot paksa,” paparnya.

Disinggung banyaknya baliho bergambar petahana Gubernur Ganjar Pranowo oleh beberapa instansi kedinasan, Naya Amin kembali menegaskan, akan bertindak jika petahana sudah ditetapkan oleh KPU untuk maju lagi.

“Baliho petahana kita pakemnya pada waktu, jika petahana sudah ditetapkan kpu, namun jika itu terpasang sebelum massa kampnye tak apa karena itu program pemeritah,” katanya.

Untuk itu pihaknya akan melakukan kesepakatan hitam diatas putih ketika sudah memasuki masa penetapan paslon.

“Ketika sudah masuk penetapan paslon, kita akan sounding ke dinas dan lembaga terkait. Jika masih terpasang, maka tindakan tegas kita bisa panggil minta klarifikasi bahkan kita rekomendasikan dan publikasikan adanya pelanggaran,” pungkasnya. (aam/udi)

BERBAGI