Beranda Travelling Bangkitkan Geliat Okupansi Homestay Wisata Semarang

Bangkitkan Geliat Okupansi Homestay Wisata Semarang

Pelatihan Pelaku Industri Pariwisata

8
Motivasi : Benk Mintosih Pegiat Pariwisata, tengah memberikan materi pelatihan pelaku usaha homestay bangkitkan geliat pariwisata Kota Semarang. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Mengusung tema diskusi ” Sektor Pariwisata Bangkit Dari Pandemi ” kegiatan positif yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, menjadi ruang untuk pelatihan pelaku usaha homestay wisata berbagai segmen.

Pelatihan sehari yang dihelat di Ruang Catleya lt. 1 Star Hotel Semarang, belum lama ini, dihadiri oleh para pelaku bisnis home stay ( tempat inap wisata ) kota Semarang yang juga menjadi bagian dari sektor industri pariwisata.

Dampak dari pandemi covid-19 yang menghantam roda bisnis industri pariwisata.  Disbudpar Kota Semarang, tengah bergerak cepat dengan berbagai kegiatan positif, memotivasi dan memberikan pelatihan khusus kepada stakeholder industri pariwisata.

Iin Indriyasari kadinas kebudayaan dan pariwisata Kota Semarang, mengatakan, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan produktifitas diera new normal.

“Dengan memberikan kiat-kiat cara menghadapi era New Normal standart prosedur apa saja yang harus disiapkan dan juga strategi marketingnya supaya tepat sasaran namun tetap memperhatikan prosedur kebiasaan baru. Kami harap pelaku induatri pariwisata khususnya homestay, bisa tetap berkembang dengan baik,”tuturnya.

Benk Mintosih salah satu narasumber yang memberikan materi tersebut, menyebutkan bahwa sektor pariwisata harus sudah mulai bersemangat untuk bangkit kembali ditengah tatanan pola hidup baru.

“Salah satunya, dengan rajin mempromosikannya melalui digital. Untuk saat ini, hal yang dianggap efektif dan efisien adalah dengan memanfaatkan sosial media sebagai media untuk berpromosi,”terang, Benk Mintosih.

Ia berharap, dengan cara tersebut sektor industri pariwisata khususnya hotel dan home stay bisa mendapatkan kenaikan tingkat hunian, meski dengan tatanan pola hidup baru tetap mampu menjadi tempat tujuan inap wisatawan yang tengah singgah di Kota Semarang.

“Selain promosi juga dibutuhkan inovasi pelayanan dengan tatanan pola hidup baru yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menginap,”pungkas, Benk Mintosih. (ucl/muz)