Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Bank Sampah Dukung Budaya Bersih Lingkungan

Bank Sampah Dukung Budaya Bersih Lingkungan

BERBAGI
Maria Elita, S.Pt Guru MTs Ma’arif Kertek Wonosobo
Maria Elita, S.Pt Guru MTs Ma’arif Kertek Wonosobo

WONOSOBO – Dilingkungan sekolah sampah menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius sehingga dapat merusak pemandangan dan dapat mengganggu kesehatan warga sekolah.Kesadaran warga sekolah dalam membuang sampah  secara benar masih sangat rendah ,sampah-sampah bekas jajan dari kantin masih banyak berserakan di halaman sekolah.

Di lingkungan sekolah, pengelolaan sampah membutuhkan  perhatian yang lebih serius. Dengan komposisi sebagian besar penghuninya adalah anak-anak (warga belajar),sehingga kemungkinan pengelolaanya belum optimal, padahal pengelolaan sampah dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik karena salah satu parameter sekolah yang baik adalah berwawasan lingkungan

Pengelolaan sampah di sekitar lingkungan sekolah umumnya masih dilakukan secara manual.Pembuangan sampah di sekolah baru sampai tahap pengelompokan antara sampah organik seperti sisa makanan dengan anorganik seperti bungkus makanan dan minuman yang terbuat dari  plastik, di tempat sampah yang telah disediakan pihak sekolah, ini saja belum dilakukan secara maksimal oleh para siswa

Jika dikumpulkan perhari rata – rata akan terkumpul 10 sampai 15 kantong ukuran besar sampah. Sampah sampah tersebut lalu akan diangkut oleh truk dengan periode pengambilan setelah 2 – 3 hari tanpa pengelolaan terlebih dahulu sehingga akan menimbulkan bau yang kurang enak jaga kurang etis untuk dipandang dan tanpa menghasilkan apapun, tentu saja hal ini sangat disayangkan.

Di sisi lain pada pembelajaran  di sekolah khususnya mata pelajaranIlmu Pengetahuan Alam (IPA) sangat diajarkan tentang kebersihan juga tentang pengelolaan sampah agar menjadi sampah yang bermafaat dengan program 3R (Reduce , Reuse dan Recycle) yang tentu saja dapat mendisilpinkan siswa untuk membuang sampah secara tepat.

Reduce berati dapat mengurangi  penggunaan bahan –bahan  yang dapat merusak lingkungan misalnya memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang. Reuse berarti pemakaian kembali misalnya memilih wadah, kantong atau benda yang dapat di gunakan berulang-ulang, sedangkan recycle adalah ,mendaur ulang barang baik sampah organik maupun sampah anorgani. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk atau kompos sedang sampah anorganik dapat di daur ulang mnejadi barang- barang yang bermanfaat.

Sebagai penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang berkaitan dengan sampah tersebut, maka Bank Sampah  akan menjadi program yang sangat tepat untuk tekhnik pengelolaan sampah terutama di sekolah.

Bank Sampah adalah sebuah tempat yang digunakan untuk menabung sampah. Sampah tersebut dikumpulkan jadi satu dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Sampah- sampah yang terkumpul tersebut kemudian dijual kepada pengepul sehingga sampah bisa ditukar dengan nominal uang.Adanya bank sampah sangat menguntungkan berbagai pihak termasuk pihak sekolah.

Bank Sampah dapat melatih kedisiplinan siswa untuk membuang dan memilah sampah, sebagai pembelajaran siswa tentang 3R dan bahkan dapat menghasilkan penghasilan untuk sekolah.Keberadaan bank sampah di sekolah juga dapat mengubah pengelolaan sampah disekolah dari pembuangan biasa (kumpul- buang –angkut) menjadi pembuangan sampah yang menguntungkan secara ekonomi.

Untuk pendirian bank sampah di sekolah/madrasah  dapat dilakukan dengan tiga tahap yaitu tahap pertama sosialisasi untuk pemahaman tentang perprilaku hidup sehat, manfaat sampah dan jenis- jenis sampah yang dapat di daur ulang. Kedua pelatihan tentang pengelolaan sampah baik sampah organik maupun anorganik dalam ini dapat bekerjasama dengan pihak yang tekait dan yang ketiga pelatihan dan pembentukan Manajemen Bank Sampah di Sekolah mulai dari: 1) Pembentukan pengurus dalam bank sampah beserta tugasnya masing masing sampai pengelolaan keuangannya, 2) Nama Bank Sampah, 3) Tempat pengadministrasian, pengumpulan dan penimbangan sampah, 4) Bekerjasama dengan pengepul/pembeli sampah, 5) alat- alat operasioanal, 6) administrasi  dan 7) Penentuan jadwal termasuk jadwal pengumpulan dan pengambilan sampah oleh pengepul.

Metode bank sampah ternyata dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah terutama di sekolah maupun madrasah.Banyak Keuntungan dengan adanya bank sampah antar lain peserta didik menjadi disiplin dalam memilah dan membuang sisa wadah makanan dan minuman,peserta didik dapat belajar berorganisasi yang menghasilkan profit dan peserta didik menjadi lebih cinta kebersihan lingkungan.Untuk itu penulis berharap metode bank sampah dapat diterapkan di setiap sekolah/madrasah.

Maria Elita, S.Pt

Guru MTs Ma’arif Kertek Wonosobo

BERBAGI