Beranda Hukum & Kriminal Bapak Cabuli Anak Angkat Ditetapkan Tersangka

Bapak Cabuli Anak Angkat Ditetapkan Tersangka

BERBAGI
Kanit PPA Polres Blora Ipda Lilik Widyastuti, SH (kiri)

JATENGPOS.CO.ID. BLORA- Polres Blora melakukan penahanan terhadap KP (48), warga kecamatan Blora Kota selaku terlapor kasus dugaan pencabulan ayah terhadap anak angkat. Hal itu dilakukan guna untuk memperlancar proses penyidikan yang dilakukan oleh polisi.

Saat ini KP telah ditetapkan menjadi tersangka usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Blora. “Usai diperiksa tersangka kami tahan Senin malam (30/4),” kata Ipda Lilik Widyastuti, Kanit PPA Polres Blora, Selasa (1/5).

Lilik menegaskan, Polisi juga telah mengantongi sejumlah barang bukti antara lain visum dari rumah sakit, celana dalam berwarna putih, satu potong baju tidur berwarna hijau.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo menerangkan, tindakan tersebut dilakukan pada tahun 2016 akhir. Saat itu tersangka mengancam kepada korban yang kala itu masih duduk di kelas 3 SD, apabila korban menolak disetubuhi maka korban akan diancam di usir dari rumah. Menginggat status korban adalah anak angkat dari tersangka. Korban sendiri mulai tinggal bersama tersangka dari kelas 2 SD. Korban merupakan keponakan dari A, ibu angkat korban.

“Korban, kala itu tak kuasa menolak. Dan tersangka sudah melakukan 3 kali tindakan pencabulan tersebut,” terang Heri.

Heri bercerita, peristiwa tersebut baru diketahui oleh A pada 12 Januari 2018 setelah korban menceritakan semua tindakan ayah angkatnya itu. A kemudian bertanya kepada tersangka. Dihadapan A, tersangka mengakui semua perbuatannya. Pasca kejadian tersebut, A meminta bercerai. Seusai resmi bercerai, A baru melaporkan kejadian itu ke polisi. “Dalam menanggani kasus ini, kami tidak ingin gegabah,” imbuhnya.

Tersangka diancam dengan Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat(1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No. 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terpisah Serketaris Komis Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jateng Imam Supaat mengapresiasi langkah polisi untuk melakukan penahan kepada tersangka. Sebab langkah tersebut perlu dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri saat dilakukan penyidikan.

“Saya mengapresiasi kinerja polres Blora atas langkah penanganan kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur ini,” katanya.

Imam kembali menjelaskan, mengenai kasus pencabulan pada anak dibawah umur yg terjadi di Blora, Komnas PA Provinsi Jateng, merekomendasikan bahwa pelaku dapat dikenakan: pasal 81 ayat (5) UU Nomor 17 tahun 2016 dengan sangsi dipidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pasal 81 ayat (6) pelaku dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku. Pasal 81 ayat (7) pelaku dikenai tindakan berupa kebiri kimi dan pemasangan alat pendeteksi elektronik.

“Kami Komnas PA Jateng akan terus berusaha untuk mencegah dan meminta menindak tegas pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak,” tandasnya.

Imam menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaraan dan kepedulian untuk bersama-sama menjaga keamanan anak karena ini merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. (feb/mar/muz)

BERBAGI