Beranda Jateng Bapelkes Pantau Kualitas Udara Usai Merapi Meletus

Bapelkes Pantau Kualitas Udara Usai Merapi Meletus

14
BERBAGI
Petugas Basarnas mengamati puncak Gunung Merapi dari Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/5) (foto: Antara)

JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG – Balai Higiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Yogyakarta melakukan pemantauan terhadap kualitas udara embien di dua pos pengamatan Gunung Merapi di Ngepos dan Babadan Kabupaten Magelang, Jawa Tangah, Kamis, terkait dengan letusan gunung berapi tersebut akhir-akhir ini.

“Hari ini kami monitoring kualitas udara ambien di Pos Ngepos, Kecamatan Srumbung dan Pos Babadan, Kecamatan Dukun, tim kami enam orang,” kata Kepala Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja Yogyakarta Endang Siwi Ediningsih di Magelang, Kamis (24/5).

Ia menjelaskan tentang udara ambien yang sehari-hari dihirup oleh semua makhluk hidup, baik manusia, tubuhan, maupun hewan.

Dengan menggunakan seperangkat alat khusus, tim balai itu mengambil sampel udara di sekitar pos pengamatan Gunung Merapi tersebut, masing-masing selama satu jam.

Ia menjelaskan sampel udara itu selanjutnya dibawa ke laboratorium balai tersebut guna penelitian lebih lanjut.

“Selanjutnya akan dianalisa, dalam dua hari hasil analisa diperkirakan sudah diperoleh,” ucap dia setelah bertemu dengan petugas pengamat Gunung Merapi di Pos Babadan Triyono.

Ia menjelaskan tentang pentingnya pemantauan terhadap kualitas udara ambien di kawasan Gunung Merapi yang wilayahnya meliputi sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, yang sejak beberapa hari terakhir meletus dan telah dinaikkan statusnya oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta dari normal menjadi waspada sejak Senin (21/5) menjelang tengah malam.

“Kami mempunyai tanggung jawab juga untuk memastikan kualitas udara ambien sehingga kami ikut memonitor,” ujarnya.

BERBAGI