Beranda Headline Bareskirim Periksa SBY di Rumahnya, Ada Apa?

Bareskirim Periksa SBY di Rumahnya, Ada Apa?

129

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Bareskrim Mabes Polri dikabarkan sudah memeriksa Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya. Ketua Umum Partai Demokrat itu, dimintai keterangan di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. Dia lantas meminta agar pemeriksaan SBY di rumah pribadinya tidak perlu diperdebatkan.

Kata Setyo, pelapor ataupun saksi bisa diperiksa dimana saja sesuai permintaan. Bukan karena SBY adalah seorang mantan presiden.

“Tidak ada keistimewaan karena namanya pelapor, saksi, bisa mengajukan itu bisa dan sudah banyak contohnya, tidak hanya karena presiden atau presiden pada masanya,” tuturnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/3).

Terlebih jikalau pihak pelapor atau pun saksi memiliki kesibukan lain. “Semua warga negara punya hak yang sama kalau sedang kesulitan, maka periksa di rumah atau dimana yang penting pada saat diminta keterangan dalam sehat walafiat,” tambah Setyo.

Sejauh ini, baru SBY saja yang dimintai keterangan terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan pada 6 Februari 2018. Sementara terlapor, Firman Wijaya belum diperiksa penyidik Korps Bhayangkara itu.

“Belum lah kan baru pelapor-pelapor dulu yang diminta keterangan,” pungkas Setyo.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, SBY melaporkan Firman Wijaya pada 6 Februari 2018. Bareskrim Polri pun meregister laporan tersebut dengan nomor LP/187/II/2018/Bareskrim.

Adapun laporan SBY lantaran dia merasa dicemarkan nama baiknya dan difitnah oleh Firman sebagai penguasa yang melakukan intervensi dalam proyek e-KTP.

“Kali ini saya difitnah baik langsung atau tidak langsung sebagai penguasa yang melakukan intervensi terhadap e-KTP. Seolah, menurut mereka, saya mengatur dan terlibat dalam proyek e-KTP,” kata SBY saat menggelar konferensi pers di Kantor DPP Demokrat, Proklamasi, Jakarta sebelum melapor ke Bareskrim.(jpc/udi)