Beranda Jateng Baznas Salurkan 450 Sembako untuk Korban Banjir Genuk

Baznas Salurkan 450 Sembako untuk Korban Banjir Genuk

9
BERBAGI
Banjir yang menggenangi wilayah Genuk Semarang

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- Sebanyak 450 paket sembako untuk korban banjir di kawasan Genuk, Semarang diserahkan Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang dan Baznas Jawa Tengah.

“Baznas memberikan bantuan senilai Rp40 juta yang diberikan dalam bentuk sembako. Totalnya ada 450 paket,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara di Semarang, Minggu (25/2).

Ia mengakui warga yang tinggal di beberapa kelurahan di Kecamatan Genuk hingga kini masih terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi, apalagi wilayah tersebut yang merupakan pesisir.

Ia berharap banjir yang terjadi di kawasan Genuk Semarang tersebut segera surut agar warga sekitar bisa beraktivitas kembali seperti semula dan tidak terkendala lagi dengan banjir.

“Ini merupakan bentuk keprihatinan kami atas banjir yang terjadi di Kecamatan Genuk. Jangan dilihat nilainya karena tidak seberapa, tetapi setidaknya bisa meringankan beban warga,” katanya.

Dengan bantuan sembako yang diberikan, Arnaz berharap warga yang menjadi korban banjir bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang masih terkendala banjir.

Ketua Baznas Jateng KH A Darodji mengatakan telah mengalokasikan bantuan untuk korban bencana alam yang terjadi di 11 daerah, termasuk Brebes yang terjadi tanah longsor.

“Ada 11 kabupaten yang kami alokasikan bantuan pada tahun ini, selain Kota Semarang. Kami telah membentuk relawan tanggap bencana di setiap kabupaten/kota di Jateng,” katanya.

Sementara itu, Camat Genuk, Semarang, Ali Muchtar menyebutkan setidaknya ada sembilan kelurahan yang terdampak banjir dari total 13 kelurahan di kecamatan tersebut.

“Lima kelurahan di antaranya tergolong parah, yakni Muktiharjo Lor, Trimulyo, Terboyo Wetan, Genuksari, dan Gebangsari karena sampai sekarang masih terendam dengan ketinggian bervariasi,” katanya.

Untuk bantuan yang mendesak, kata dia, berupa sembako dan pengobatan karena banyak warga yang masih kesulitan bekerja dan banyak yang terserang penyakit akibat tergenang banjir.

Disebutkan, saat ini korban banjir rawan terserang penyakit  gatal sampai diare. Untuk pengobatan gratis juga sudah ada dari RSUD Kota Semarang dan beberapa puskesmas. Kebutuhan air bersih, sejauh ini masih bisa tertangani. (ant/muz)