Beranda Semarang BBTPPI Semarang Kembangkan Digital Center Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri 

BBTPPI Semarang Kembangkan Digital Center Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri 

12
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau ruang pengembangkan digital center teknologi pencegahan pencemaran industri secara realtime di kantor BBTPPI jl ki mamgunsarkoro Semarang, senin (22/6).

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG  – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong seluruh Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) untuk berinovasi terkait pencegahan terjadinya pencemaran lingkungan. Inovasi ini juga mendukung implementasi teknologi industri 4.0.

Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi kantor BBTPPI Semarang, Senin lalu, (22/6). Dikatakan, BBTPPI sudah mengembangkan sistem pengolahan limbah terintegrasi dengan nama Planet 2020. Teknologi pengolahan air limbah ini berbasis secara biologi, yaitu pengolahan secara anaerobik dan wetland.

“Inovasi Planet 2020 ini antara lain melakukan rekayasa desain distribusi flow, menggunaan bakteri terimmobilisasi yang dapat digunakan untuk semua jenis air limbah, dan merekayasa sirkulasi aliran untuk memaksimalkan degradasi polutan, Efisiensi degradasi polutan menggunakan teknologi ini berkisar antara 95-98%.” katanya.

Agus Menambahkan, pihaknya telah meminta kepada seluruh satker di lingkungan Kemenperin untuk mengaplikasikan teknologi revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan pelayanannya.

“Hal ini seperti yang diterapkan BBTPPI Semarang, sehingga menjadi momen penting dalam upaya pengembangan industri nasional yang berdaya saing global di era digital,” tegasnya.

Namun demikian, dalam upaya mencari terobosan baru, Menperin berpesan agar seluruh satker di lingkungan Kemenperin dapat menjalankan protokol kesehatan sesuai prosedur selama masa pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi serba sulit, memang dibutuhkan inovasi untuk memenuhi target pelayanan, dan agar capaian kita tidak turun, meskipun dengan tantangan yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, digitalisasi merupakan jawaban,” pungkasnya.

Sementara, menurut Kepala BBTPPI Semarang, Ali Murtopo, pada tahun 2020 ini, BBTPPI Semarang juga telah mengembangkan digital center teknologi pencegahan pencemaran industri melalui Sistem Informasi Digital Berbasis Revolusi Industri 4.0 (SINDI) dan integrasi Adaptive Monitoring System (AiMS) sebagai teknologi monitoring kualitas lingkungan industri secara realtime dengan menggandeng PT. Hartono Istana Teknologi sebagai mitra strategis.

“SINDI 4.0 dan AiMS yang terintegrasi ini merupakan salah satu solusi industri terkait pelaporan kualitas lingkungan dalam jaringan sesuai dengan protokol kesehatan di era new normal selama dan pasca-pandemi Covid-19 nanti,” jelasnya.

Dengan sistem ini, industri akan mendapatkan kemudahan sekaligus kecepatan pelaporan kualitas lingkungan industri yang baik sebagai evaluasi internal maupun sebagai basis pelaporan kepada pihak eksternal.

Perangkat online monitoring kualitas lingkungan tersebut telah diaplikasikan di beberapa industri seperti industri tekstil garmen di kabupaten Semarang, PT. Ungaran Sari Garments dan industri crumb rubber di Semarang, CV. Jadi Jaya Makmur.

“Dengan aplikasi teknologi online monitoring ini, keseluruhan data emisi dari industri tersebut dapat dianalisis secara realtime dan terhubung dalam sistem informasi digital (SINDI) untuk dapat digunakan sebagai evaluasi dan analisis kualitas lingkungan industri,” tandasnya. (prast.wd)