Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Belajar Bahasa Inggris Mestinya Juga Berarti Belajar Budaya Empunya

Belajar Bahasa Inggris Mestinya Juga Berarti Belajar Budaya Empunya

86
BERBAGI
Maskur, S.Pd. Guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tegowanu Grobogan.
Maskur, S.Pd. Guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tegowanu Grobogan.

JATENGPOS.CO.ID, – Sebagai seorang guru bahasa Inggris di SMP/MTs, tentunya akan merasa bangga dan menyenangkan saat muridnya mengatakan sesuatu dalam bahasa Inggris, entah itu hanya sekedar meminta ijin atau mungkin juga mengeluarkan ide-idenya. Karena itu merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam pembelajaran yang dilaksanakan.

Namun kadang juga terasa sedih, geli dan bahkan mau tertawa sendiri ketika mendengar atau membaca apa yang murid tersebut sampaikan. Meskipun kita sebenarnya memahami maksud dan  tujuan apa yang disampaikan murid tersebut.

Kadang-kadang kita menjumpai di sekolah anak yang mengatakan “Excuse me, Sir. Can I go to back?”, ketika ia ingin meminta ijin pergi ke toilet. Tentu saja anak tersebut mengatakannya dengan penuh perjuangan mengatasi mentalnya jangan-jangan yang ia katakan salah dan menjadi bahan tertawaan teman-temannya, dan juga sekaligus sebagai kebanggaan seakan ia ingin mengatakan, “Akhirnya aku bisa berbahasa Inggris”.

Namun bila ungkapan anak tersebut terdengar oleh yang empunya bahasa, mungkin saja bisa terjadi kesalahpahaman antar keduanya. Hal ini terjadi mungkin karena latar belakang kebudayaan dan kebiasaan yang berbeda dalam berkomunikasi dan bertindak. Orang Indonesia biasa mengatakan “Pak, maaf mohon ijin ke belakang” yang kalau di Inggriskan seperti yang diucapkan oleh siswa di atas, bila sedang dalam rapat atau sidang dan sedang kebelet. Disisi lain apa yang disampaikan oleh siswa diatas bukan merupakan ungkapan yang digunakan untuk meminta ijin di kalangan empunya bahasa.Dengan kata lain bahwa bicara bahasa Inggris tidak hanya sekedar berbahasa tapi juga mengerti tentang budaya bangsaInggrisdalamberbahasa. Ketika kita  berbicara bahasa Inggris sebenarnya kita  belum sepenuhnya bicara bahasa Inggris. Lantas apa yang terjadi ketika kita  berbahasa Inggris? Mungkin yang kita  lakukan adalah berbicara bahasa Indonesia yang disampaikan lewat bahasa Inggris. Maksudnya adalah, karena itu bukan bahasa asli kita, kita  memikirkan apa yang hendak kita  katakan dalam bahasa Indonesia, baik itu per kata, kalimat, atau alinea kemudian kita  mentransfernya ke dalam bahasa Inggris. Jadi jelas di mana letak perbedaannya dengan pengguna asli bahasa tersebut. Pengungkapan dimaksudkan tentu akan berbeda arti.

Sebagaikasus lain, yang bahkaninimungkinterjadipadamereka yang sudahmahirberbahasaInggris,ketikasuatusaatiadiberitanggungjawab yang besardanharusdiselesaikandalamwaktusingkat yang menurutlogikaitutidakmungkinselesai. Bagi orang-orang Inggrissendirimungkinmerekaakanmengatakan, “I’ll do my best”, atau I’ll try my best” atauungkapan lain yang semakna yang tujuannya samadenganketikakitamengatakan “Insha Allah” untuksebuahundangan yang kitaterima, yang padafaktanyahanyasebagaiungkapanuntuktidakmemenuhinya atau paling tidakbermakna 80% percayauntuktidakmenghadiriundangantersebut. Kecualibagi orang-orang tertentu,makaketikaiamengatakankalimatitu, berartiiaberjanjiuntukmemenuhinya.Akan tetapi,bagi orang Indonesia ungkapandi atasbisadianggapsebuahkesanggupan.

Olehkarenaitu, pentingbagikita para pembelajarbahasa, tidakhanyapembelajarbahasaInggris, untukmengajarkanberbahasa yang tidakhanyaberkutatpadamasalahkosa kata, kalimatatau paragraph. Tetapijugaperluuntukmenyampaikanbahasadarisisibudayadariempunyabahasa yang kitaajarkan.

Maskur, S.Pd.

Guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tegowanu Grobogan.

BERBAGI