Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Belajar di Jaman Milenial

Belajar di Jaman Milenial

BERBAGI
Niken Widuri Guru MTs Hidayatul Athfal Pekalongan
Niken Widuri Guru MTs Hidayatul Athfal Pekalongan

PEKALONGAN – Jaman sekarang adalah jamanya Sosial Media. Dari orang dewasa hingga anak-anak setidaknya memiliki satu akun di sosial media. Setiap hal memiliki sisi positif dan negatif. Sosial media tidak luput dari hal tersebut. Banyak orang tua yang menganggap Sosial media dapat “merusak” anak-anak mereka. Ini tidak sepenuhnya benar.

Dampak positif dari penggunaan sosial media bagi anak-anak antara lain mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisai dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan dengan orang lain diseluruh dunia. Anak akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online karena secara tidak langsung mereka akan berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama yang lain. Situs jejaring sosial membuat anak menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati, misalnya memberi perhatian saat ada teman mereka yang ulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.Kemudahan untuk memperoleh informasi yang ada di internet  banyak membantu manusia sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

Sosial media juga memberikan dampak negatif, beberapa dampak negatif contohnya anak kurang sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu  di dunia maya bersama teman teman di komunitas jejaring sosialnya, yang rata-rata membahas sesuatu yang tidak penting. Akibatnya kemampuan interaksi siswa menurun dan tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu seperti pengetahuan tentang seluk beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahasa tubuh dan nada suara, menjadi berkurang. Bagi anak, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit membedakan anatar  berkomunikasi di situs jejaring sosial dan dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa. Berkurangnya waktu belajar siswa, hal ini sudah jelas karena dengan mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial siswa akan lupa waktu. Situs jejaring sosial juga bisa digunakan  untuk melakukan modus kejahatan seperti penculikan, penipuan dan pelecehan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru di kenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.

Ada anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat di akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan.

Beberapa media sosial yang dapat berperan dalam dunia pendidikan yang mampu memicu kualitas pelajar, diantaranya adalah Facebook, Twitter, Blog, dan Youtube. Kualitas pelajar bisa menjadi lebih baik saat memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin, dengan cara meminimalisir dampak negatifnya.

Facebook dan Twitter adalah jejaring sosial yang banyak digunakan oleh para pelajar, sistem pertemanan dan pertukaran informasi yang sangat mudah dilakukan di situs ini lah yang menyebabkan banyaknya pelajar yang memiliki akun tersebut.Dengan memanfaatkan segala kemudahan dan manfaat dari Facebook kegiatan belajar pun dapat tercipta, dengan kata lain menjadikan Facebook sebagai media belajar. Contoh dengan adanya fasilitas Grup di Facebook kita dapat membuat komunitas tertentu sesuai dengan minat dan bakat kita masing-masing.

Biasanya Grup dibuat berdasarkan Program bidang study seperti ‘’ Pecinta Ilmu Pengetahuan Alam.” Dalam Grup ini para pelajar dapat dengan mudah dan bebas berdiskusi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga berdiskusi disini lebih menarik dan  efisien. Akhirnya pelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan mandiri tanpa harus didampingi oleh seorang guru. Akan tetapi lebih bagus lagi bila guru ikut berpartisipasi dalam mengelola Grup tersebut.

Selain jejaring sosial ada pula Blog yang dapat digunakan sebagai media mengembangan bakat. Bagi pelajar yang memiliki hobi menulis dapat dengan bebas menulis dan berkreasi di Blog pribadinya, dapat mempublikasikan  tulisannya tanpa harus mengirimkan karyanya ke penerbit yang entah kapan bisa dipublikasikan.

Semakin banyak pelajar yang aktif menulis tentunya dapat menambah wawasan yang dimiliki pelajar. Blog juga sangat cocok menjadi tempat menaruh gambar atau video karya siswa, karena tidak semua siswa hobi menulis, ada juga yang hobi memotret dan membuat film pendek, disini lah tempat yang sangat cocok untuk menyalurkan bakat-bakat  yang dimiliki pelajar.

Selain tulisan  yang dapat ditampilkan di media sosial, ada juga multimedia yang berbasis audio dan visual pun bisa dimanfaatkan. Contohnya youtube, disinilah tempat yang tepat untuk mencari sebuah video. Dengan banyaknya video pembelajaran  dapat meningkatkan kekreativitasan siswa . Contoh ada siswa yang tertarik bermain gitar, namun di sekolahnya tidak ada tenaga pengajar atau belum ada ekstrakurikuler  kesenian. Dengan melihat video tutor bermain gitar, pelajar tersebut lebih kreatif. Tidak hanya video tutor bermain gitar tetapi ada pula video tutor  membuat robot.

Dengan demikian media sosial dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pelajar, dengan cara menjadikannya sebagai tempat penyalur bakat serta menjadi sarana informasi bagi pelajar. Agar peranan media sosial dapat tercipta dengan maksimal harus ada kekompakan yang tercipta antara peserta didik dan pendidik, berpandai-pandai memanfaatkan media sosial dengan menggunakan fitur-fitur yang tersedia dengan penggunaan yang maksimal dan bermanfaat tentunya.

Niken Widuri

Guru MTs Hidayatul Athfal Pekalongan

BERBAGI