Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Belajar IPS Lebih Mudah dengan Mind Map

Belajar IPS Lebih Mudah dengan Mind Map

BERBAGI
Juwita Aris Mintarmi,S.Pd Guru SMP Negeri 1 Grobogan
Juwita Aris Mintarmi,S.Pd Guru SMP Negeri 1 Grobogan

GROBOGAN – Sebenarnya guru –guru yang mengajar mata pelajaran IPS menyadari betul  keluhan dari peserta didik, namun tentu pemilihan metode pembelajaran yang dilakukan  sudah dipertimbangkan oleh guru yang bersangkutan. Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP)  yang diberi alokasi waktu 4 jam pelajaran dalam setiap minggunya. Melihat cakupan materi dan alokasi waktu yang diberikan, guru harus  membuat perencanan pembelajaran yang tepat agar materi pelajaran dapat diterima oleh peserta didik dan selesai tepat pada waktunya. Hal tersebut menjadi bahan pertimbangan utama bagi  guru-guru IPS untuk menggunakan metode ceramah,  karena dirasakan lebih efektif   untuk mengejar target materi yang harus diselesaikan dalam satu semester. Namun dengan alasan tersebut tentu saja akan membuat peserta didik semakin tidak memahami materi IPS .

Dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran yang sebenarnya memberikan peluang bagi guru untuk lebih meningkatkan keaktifan dan kreativitas peserta didik sehingga perlu adanya metode pembelajaran yang tepat untuk mewujudkannya. Proses pembelajaran tersebut dikembangkan atas prinsip pembelajaran peserta didik aktif melalui kegiatan mengamati, menanya, menganalisis dan mengomunikasikan tentu harus diwujudkan melalui model pembelajaran yang sesuai. Oleh karenanya guru perlu mencermati setiap materi yang akan disampaikan sehingga dapat menentukan model pembelajaran yang tepat sekaligus menyenangkan bagi peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan mind map.

Mind map ( peta pikiran ) merupakan salah satu model pembelajaran kuantum yang dikembangkan oleh Tony Buzon pada tahun 1975. Menurut Tony Buzon (2004: 68) Mind Map  merupakan teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik grafik sehingga lebih mudah memahaminya. Dengan membuat mind map peserta didik dapat menuangkan ide atau gagasan kreatif dari setiap materi pokok yang dibahasnya melalui gambar,warna, bentuk dan garis yang diinginkan.  Mind Map (peta pikiran) merupakan suatu model pembelajaran yang sangat baik digunakan oleh guru untuk meningkatkan daya hafal peserta didik dan pemahaman konsep peserta didik yang kuat, peserta didik juga dapat meningkatkan daya kreativitas melalui kebebasan berimajinasi.   .

Mind map merupakan cara mencatat yang kreatif dan efektif. Semua mind map memiliki beberapa kesamaan; semuanya menggunakan warna; semuanya memiliki struktur alami yang memancar dari pusat; semuanya menggunakan garis lengkung, simbol, kata dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian yang sederhana, mendasar, alami, dan sesuai dengan cara kerja otak. Para peserta didik cenderung lebih mudah belajar dengan catatannya sendiri yang menggunakan bentuk huruf yang mereka miliki dan ditambah dengan pemberian warna yang berbeda disetiap catatan mereka. Dibandingkan dengan membaca buku teks mereka merasa kesulitan untuk memahami materi pembelajaran.

Adapun tahap-tahap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) terpadu dengan menggunakan  Mind Map sebagai berikut : tahap pertama guru menyampaikan  tujuan pembelajaran dan melakukan tanya jawab dengan peserta didik mengenai pokok materi yang akan dibahas dengan membuat contoh mind map sederhana, kemudian guru mengarahkan peserta didik melakukan pengamatan dengan cara membaca buku sumber materi yang akan dibahas. Pada tahap berikutnya guru membagi peserta didik dalam  kelompok kecil yang beranggotakan maksimal 5 orang. Setiap individu dalam kelompok diberi tugas untuk membuat  mind map  dari materi yang akan dibahas pada lembar kertas HVS  dengan waktu yang telah ditentukan. Selama peserta didik membuat mind map, guru berkeliling untuk memberikan bimbingan. Setelah waktu membuat mind map habis,masing – masing kelompok memilih mind map terbaik dalam kelompoknya untuk dipresentasikannya ke depan kelas. Kelompok lain diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan maupun masukan dari mind map yang dipresentasikan. Tahap terakhir dari pembelajaran mind map, guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dari materi yang telah dibahas.

Dengan mind map pembelajaran IPS dikelas menjadi lebih berwarna, setiap peserta didik bisa mempelajari materi IPS secara lebih mudah dan santai tanpa merasa sedang belajar karena dilakukan sesuai dengan keinginan dan kreativitas mereka sendiri yang dituangkannya dalam mind map dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik. Mind map sebenarnya tidak hanya berfungsi untuk meringkas bahan materi sehingga lebih mudah untuk dipelajari, namun berfungsi juga sebagai media yang mengingatkan peserta didik ketika melakukan presentasi didepan kelas sehingga merasa lebih percaya diri.

Juwita Aris Mintarmi,S.Pd

Guru SMP Negeri 1 Grobogan 

 

 

BERBAGI