Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Belajar Serasa Bermain dengan ICM

Belajar Serasa Bermain dengan ICM

34
BERBAGI
Sri Tursilowati S.Pd.I SDN 4 Danaraja Kec.Purwanegara Kab.Banjarnegara
Sri Tursilowati S.Pd.I SDN 4 Danaraja Kec.Purwanegara Kab.Banjarnegara

Belajar melibatkan berbagai unsur yang ada, berupa kondisi fisik dan psikis orang yang belajar. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar tentunya banyak faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya kegiatan belajar mengajar. Faktor yang mempengaruhi belajar dibedakan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berada di luar individu.( Slameto, 2003:54). Selain itu diperlukan tenaga pengajar yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan secara menyeluruh. Pengajar harus memiliki pengetahuan tentang strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Penggunaan setrategi pembelajaran atau model pembelajaran yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran.

Banyak setrategi pembelajaran yang dapat kita gunakan untuk menarik minat belajar siswa agar tidak membosankan dan dapat berperan aktif didalamnya.Salah satu setrategi yang dapat kita gunakan adalah ICM ( Index Card Match ) tepat untuk pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV Sekolah Dasar materi Mengenal Malaikat dan Tugasnya pada KD. 3.4.

ICM ( Index Card Match ) merupakan salah satu strategi pembelajaran model Cooperative Learning adalah suatu cara pembelajaran aktif dengan teknik mencari pasangan kartu indeks yang merupakan jawaban atau soal sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana menyenangkan. Strategi ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. baik secara individu ataupun kelompok.Strategi ini juga merupakan cara belajar yang menyenangkan karena peserta didik bermain kuis atau kartu dengan berpasangan ataupun berkelompok dengan teman sekelasnya.

Langkah – langkah yang harus kita lakukan melakukan strategi ICM yaitu: Guru membuat potongan-potongan kartu sebanyak jumlah siswa yang ada di dalam kelas. Potongan kartu-kartu tersebut dibagi menjadi dua bagian yang sama. Pada separuh bagian potongan kartu-kartu, guru menuliskan pertanyaan tentang materi yang akan dipelajari. Setiap kartu berisi satu pertanyaan. Pada separuh kartu yang lain, guru menuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. Guru mengocok semua kartu sehingga akan tercampur antara pertanyaan dan jawaban.

Guru membagikan satu kartu kepada setiap siswa. Guru selanjutnya menjelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separuh dari jumlah siswa akan mendapatkan pertanyaan dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban. Guru meminta kepada siswa untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, guru meminta kepada mereka untuk duduk berdekatan. Guru juga menjelaskan agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain. Setelah semua siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, guru meminta kepada setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan pertanyaan yang diperoleh dengan keras kepada teman-temannya yang lain. Selanjutnya pertanyaan tersebut dijawab oleh pasangannya. Guru mengakhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.

Dengan penggunaan Strategi ICM, pembelajaran akan lebih menyenangkan karena menggunakan kartu yang menarik sehingga pembelajaran yang dilaksanakan serasa melakukan sebuah permainan. Menumbuhkan kegembiraan dalam kegiatan belajar mengajar dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar yang diharapkan.


Sri Tursilowati S.Pd.I
SDN 4 Danaraja Kec.Purwanegara Kab.Banjarnegara

BERBAGI