Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Berani Bertanya Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Berani Bertanya Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

926
Budi Setiarti, S.Pd SMP Negeri 1 Gubug - Grobogan
Budi Setiarti, S.Pd SMP Negeri 1 Gubug - Grobogan
GROBOGAN – Untuk mencapai tujuan pembelajaran, tindakan guru dalam membangkitkan motivasi siswa sangatlah diperlukan. Motivasi memegang peranan penting selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Hal ini tidak terlepas dari fungsi guru sebagai motivator.
Motivasi dapat timbul dari diri siswa sendiri  karena tumbuh atas kesadaran pribadi untuk melakukan sesuatu yang didorong oleh cita-cita atau harapannya (motivasi intrinsik), dan dapat pula timbul akibat pengaruh dari luar dirinya (motivasi ekstrinsik).

Upaya yang dapat dilakukan guru untuk memotivasi siswa , antara lain: memberi penilaian secara terbuka, konsisten dan adil, memberi hadiah atau penghargaan yang dapat berbentuk pujian, senyuman, atau memberi perhatian.

Selain itu juga memupuk  kerja sama antar siswa yang dapat mendorong dalam memotivasi belajar sepanjang dilakukan dengan tepat serta menjalin komunikasi yang efektif antara guru dan siswa sehingga suasana kelas selalu kondusif dan menyenangkan. Untuk itu diperlukan sikap-sikap yang seharusnya dimiliki oleh guru antara lain : perhatian terhadap setiap siswa, murah senyum, tidak mudah marah, menghormati siswa,  memiliki sense of humor, mengetahui setiap kebutuhan siswa, sabar dan bersuara keras tapi lembut.

Untuk memotivasi siswa diperlukan teknik untuk menjembatani siswa agar berani berbicara. Salah satunya adalah dengan teknik bertanya.

Tujuan siswa bertanya bagi seorang guru adalah agar siswa terlibat dalam partisipasi kegiatan pembelajaran, memberikan stimulasi agar siswa berpikir kritis dan kreatif, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya.

Kesengganan siswa untuk mengemukakan pikirannya banyak disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi, takut salah, adanya parasaan malu, kurangnya penguasaan menyusun kalimat sehingga cenderung pasif dan tidak berani berinisiatif memulai pembicaraan. Untuk menekan hal tersebut diperlukan adanya hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, sehingga proses pembelajaran dapat terwujud secara optimal yang ditandai dengan adanya interaksi aktif  siswa dengan guru dan siswa dengan siswa.

Menurut Permendikbud No. 103 tahun 2014, langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah sebagai  berikut:  Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, mengomunikasikan.

Dari langkah- langkah tersebut pada langkah kedua yaitu menanya pada kenyataannya dari keseluruhan siswa dikelas yang berani bertanya hanya sebagian kecil saja. Mengingat pentingnya menanya ini merupakan bagian dari langkah-langkah pembelajaran, maka kita sebagai guru harus mencari cara-cara bagaimana siswa untuk berani menanya.

Bantuan guru dalam tahap menanya dapat berupa pertama memberikan bantuan  berupa pertanyaan pancingan terkait dengan apa yang sudah diamati, kedua guru meminta siswa merumuskan pertanyaan  dengan bantuan kata “bagaimana” atau “mengapa”, ketiga guru melatih agar siswa dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan cara  memberikan serangkaian daftar pertanyaan berdasarkan konteks yang diamati kemudian siswa diminta memilih pertanyaan apa atau mana yang perlu dibahas.

Namun guru perlu mengarahkan pertanyaan siswa agar mengacu pada indikator, dan keempat guru mengidentifikasi siswa mana yang sangat aktif menanya, aktif menanya, kurang aktif menanya dan tidak aktif menanya. Kemudian melakukan pendekatan kepada siswa terutama yang tidak aktif menanya untuk memberikan motivasi tentang pentingnya manfaat menanya dalam proses pembelajaran saat ini maupun untuk jenjang pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi serta untuk menyiapkan diri dalam dunia pekerjaan nantinya.

 

Budi Setiarti, S.Pd

SMP Negeri 1 Gubug – Grobogan