Beranda Jateng Berkiprah di Tingkat Nasional, Demak Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata

Berkiprah di Tingkat Nasional, Demak Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata

150
BERBAGI
Demak Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata 2018
Demak Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata 2018

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Sebagai sebuah wilayah yang memiliki kekuatan di bidang pertanian dan perikanan, maupun wisata religi, Kabupaten Demak sekarang ini terus melakukan pembenahan di berbagai sector. Baik infrastruktur maupun sumber daya manusia di belakangnya hingga kini terus dilakukan pembenahan agar lebih professional dalam pelayanan kepada masyarkat. Salah satu yang hendak ditunjukkan Demak di tingkat nasional adalah Gebyar Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata Kabupaten Demak 2018 yang akan berlangsung selama 24 hingga 26 Oktober 2018. Kegiatan ini sendiri akan mengekspos budaya kerja dari para ASN yang ada di Demak, bagaimana mereka secara profesional memberikan pelayanan kepada publik. Selain itu event ini juga ditujukan untuk memperlihat kekayaan budaya Kota Wali maupun tempat-tempat wisata yang selama ini terus dikembangkan selain Masjid Agung dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu.

Bupati Demak HM Natsir menjelaskan bagaimana Kabupaten Demak sebuah daerah yang sangat kental unsur religinya.

“Kami memiliki wisata religi yang jumlah pengunjungnya kedua terbesar di Jawa Tengah setelah Borobudur. Yakni Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga,” terang Bupati.

“Di masjid peninggalan para wali ini, anda dapat berziarah di makam raja Demak serta mengunjungi museum Masjid Agung Demak. Disinilah para pengunjung bisa menggali informasi serta mengexplore  sejarah kerajaan Islam di Pulau Jawa. Sedangkan di makam sunan Kalijaga yang terletak di Kadilangu, para pengunjung dapat berziarah di salah satu makam Walisongo. Ada juga makam apung Syekh Mudzakir di Desa Bedono Kecamatan Sayung,” imbuh bupati.

Selain wisata religi, lanjut bupati, mereka juga memiliki wisata bahari yang tidak kalah memukau. Demak memiliki delapan tracking mangrove yang dijadikan sebagai kawasan ekowisata. Yakni tracking mangrove di desa Kedungmutih, desa Babalan, desa Menco dan desa Onggojoyo Kecamatan Wedung, di Kecamatan Bonang, desa tambak bulusan Kecamatan Karangtengah serta desa Morosari dan desa Bedono Kecamatan Sayung.

Hutan mangrove yang ada di Kabupaten Demak dikelola sedemikian rupa sehingga mampu menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat pesisir. Salah satu diantaranya adalah dengan membuat tracking di sepanjang hutan mangrove.

“Saya berharap kepada seluruh tamu undangan bisa krasan berada di Kabupaten Demak. Mengingat esok hari kami menyelenggarakan gelar budaya kerja untuk perangkat daerah dan puskesmas. Kegiatan rutin tahunan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong perangkat daerah agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

“Hanya OPD yang terbaiklah yang bisa mengikuti kegiatan ini.  Untuk itu,  saya mengundang seluruh masyarakat agar bisa menyaksikan gelar budaya berupa pertujukan teatrikal yang akan dipersembahkan oleh OPD yang memiliki pelayanan terbaik,” pungkasnya.(adi)