Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Bermain Peran Tingkatkan Ketrampilan Berkomunikasi Siswa

Bermain Peran Tingkatkan Ketrampilan Berkomunikasi Siswa

39
BERBAGI
MUSTOFA, S.Pd.SD SD NEGERI 1 PETUGURAN PUNGGELAN BANJARNEGARA
MUSTOFA, S.Pd.SD SD NEGERI 1 PETUGURAN PUNGGELAN BANJARNEGARA

JATENGPOS.CO.ID, – Efektifitas berbicara akan terpenuhi bila ada kesamaan antara pembicara dengan pendengar, ada sikap saling mendukung dari kedua belah pihak, ada sikap positif, artinya pikiran atau ide yang diutarakan dapat diterima sebagai sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi keduanya, ada sikap keterbukaan yang ditampilkan oleh kedua belah pihak, masing-masing pihak mencoba menempatkan diri ( ada unsur empati ) pada lawan bicaranya.

Meskipun pada kenyataannya dalam pemakaian berbahasa dalam kehidupan sehari-hari keterampilan berbicara tidak dapat dipisahkan dari keterampilan mendengarkan, membaca, dan menulis, keterampilan berbicara sebagai salah satu aspek yang diajarkan di sekolah dasar harus selalu digarap dengan konsep-konsep dasar berbicara yang benar sebagai sarana komunikasi.

Akan tetapi, pada kenyataannya  secara umum pembelajaran berbicara masih merupakan pembelajaran yang membosankan. Para siswa hanya diberi tugas-tugas menghafal teks atau tugas lain yang tidak pernah pula dikenal siswa model berbicara yang benar dalam konteks tugas tersebut. Guru berceramah dan siswa mendengarkan dan tahapan berikutnya siswa diberi tugas untuk menghafal teks kemudian memperagakannya di depan kelas, atau tanpa ada ceramah tiba-tiba siswa disuruh maju untuk menceritakan pengalamannya.

Oleh karena pentingnya keterampilan berbicara dalam pembelajaran harus  diterapkan sebuah inovasi pembelajaran yang tidak membosankan   Pembelajaran  Bermain Peran tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Teman sebaya (pear teching) dalam pembelajaran Bermain Peran juga merupakan sumber pengetahuan bagi siswa yang lainnya.

Pembelajaran Bermain Peran juga mendorong siswa untuk dapat mengkomunikasikan apa-apa yang telah diperoleh dari keterampilan sebelumnya, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Abruscato dalam Nasution (2000:144)  mengemukakan bahwa mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan yang berhasil dikumpulkan atau menyampaikan hasil penyelidikan.

Berlatih berbicara sebanyak-banyaknya merupakan salah satu upaya menuju   keberhasilan dalam ketrampilan berbicara . Kita sadari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut orang harus berkomunikasi dengan orang lain, baik secara lisan maupun dengan bahasa tulisan. Media komunikasi yang paling efektif adalah bahasa.Oleh karena itu, Keterampilan seseorang dalam berbicara maupun dalam menulis dapat menentukan tingkat keberhasilan komunikasi tadi.. Dengan demikian, kegiatan berbicara sangat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.Kita sebagai guru memiliki kewajiban untuk mahir mengantarkan anak didik dengan membiasakan dan melatih secara bertahap agar mereka mahir berbicara baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Jadi bermain peran adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinatif, daya ekspresi, dan penghayatan yang dilakukan dengan memerankan seseorang dari sejarah, dunia pengetahuan dan lain-lain atau peran lainnya. Kegiatan memerankan seseorang atau sesuatu akan membuat siswa mudah memahami dan seringkali mengahayati hal-hal yang dipelajarinya.

Berbicara dan menyimak adalah dua kegiatan resiprokal, berbicara adalah proses individu berkomunikasi, berbicara adalah ekspresif kreatif, berbicara adalah tingkah laku, berbicara adalah tingkah laku yang dipelajari, berbicara dipengaruhi kekayaan pengalaman, berbicara sarana memperluas cakrawala, kemampuan linguistik dan lingkungan berkaitan, berbicara adalah pancaran pribadi.

Tujuan pengajaran Bahasa Indonesiamenurut  Nurhadi (2004:193) adalah agar pembelajar atau siswa mampu berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.Kemampuan berbahasa nyata harus menjadi tujuan utama pengajaran Bahasa Indonesia.

Guru mengajarkan berbahasa Indonesia yang sebenarnya, bukan mengajarkan tentang Bahasa Indonesia.Pengetahuan dan Keterampilan berbahasa Indonesia siswa diperoleh dari berlatih dan menemukan sendiri.Guru mengajarkan menulis sebanyak-banyaknya, membaca sebanyak-banyaknya, menyimak sebanyak banyaknya, dan berlatih berbicara sebanyak-banyaknya secara terus menerus.Tata bahasa dijadikan sebagai alat koreksi kesalahan berbahasa siswa.

Bermain peran mampu meningkatkan kreatifitas berfikir siswa untuk memecahkan suatu masalah.Bermain peran siswa belajar dengan bermain sehingga suasana kegembiraan  melaui permainan itu menjadikan mata pelajaran Bahasa Indonesia disenangi bermain peran siswa cenderung untuk berpendapat/ menjawab kartu soal yang didorong emosional ingin menyuumbangkan poin baik untuk kelompoknya maupun untuk dirinya sehingga tanpa terasa siswa sesungguhnya telah berlatih keterampilan berbicara.

Bermain peran dapat meningkatkan peranan guru sebagai fasilitator   yang kehadirannya sebagai pembimbing dan sumber belajar siswa yang selalu dinantikan.

MUSTOFA, S.Pd.SD

SD NEGERI 1 PETUGURAN

PUNGGELAN BANJARNEGARA

BERBAGI