Beranda Hukum & Kriminal Bersekongkol Gasak Uang Setoran Rokok Rp 61 juta

Bersekongkol Gasak Uang Setoran Rokok Rp 61 juta

Bersandiwara Mobil Dibobol Maling

351
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menunjukkan barang bukti uang puluhan juta di hadapan kedua pelaku. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menunjukkan barang bukti uang puluhan juta di hadapan kedua pelaku. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA– Aksi persekongkolan jahat Adi Setiawan alias Kliwir (34) tinggal di Jalan Karanganyar RT 08 RW 13 Muktiharjo, Kecamatan Pedurungan, Semarang dengan Sugihartono (35) warga Jalan Pandangsari  RT 04 RW 01, Pedurungan, Semarangan berakhir di balik jeruji tahanan Polres Salatiga.

          Aksi mereka terbongkar tak lama melakukan pembobolan mobil box  Susuki APV  yang berisi uang tagihan rokok senilai Rp 61 juta di Jalan Pondok Joko Tingkir, Salatiga Jumat lalu.

          Terbongkarnya persekongkolan jahat ini berawal ketika Adi yang merupakan  sopir dari sebuah distribusi rokok  yang berkantor di  Semarang  memarkir mobilnya di Jalan Pondok Joko Tingkir, Salatiga.

          Adi kemudian  meninggalkan mobil box  yang berisi uang tagihan itu. Sekitar 15 menit kemudian, saat Adi datang ke mobil, ternyata uang sebesar Rp 61 juta sudah tidak ada. Ia pun melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

          Sejumlah petugas reskrim Polres Salatiga langsung mendatangi lokasi kejadian perkara guna olah TKP. Petugas meminta keterangan para saksi  yang berada di dekat mobil itu diparkir. Dari keterangan saksi, ada yang janggal dari hilangnya uang di dalam mobil itu. Meski kunci pintu mobil mengalami kerusakan akibat dibandrek.

          Petugas kemudian melakukan pendalaman penyelidikan dan akhirnya mencurigai Adi yang telah bersekongkol dengan orang lain. Dugaan ini benar, setelah diintrogasi secara intensif, Adi mengakui semua perbuatannya. Pencuri uang  tagihan itu tak lain temannya sendiri, yaitu Sugihartono teman nongkrongnya.

          Mendapat informasi berharga ini, sejumlah petugas kemudian melacak keberadaan Sugihartono. Tak membutuhkan waktu lama, Sugihartono berhasil diringkus di rumahnya. Petugas juga menyita uang Rp 61 juta yang masih utuh karena belum dipakai.

          Menurut pengakuan Adi, persekongkolan bersama Sugihartono  ini sudah direncanakan dengan matang. Saat ia berada di Jalan Pondok Joko Tingkir, Salatiga, ia  menghubungi Sugihartono yang sudah standby di Salatiga.” Pintu mobil saya bandrek uangnya saya ambil semua dan saya bawa kabur ke Semarang, “ kata Sugihartono.

          Agar tidak dicurgai oleh majikannya, Adi melaporkan kejadian ini ke Polres Salatiga. “ Saya terpaksa bersekongkol dengan bersandiwara karena saya butuh uang untuk membayar hutang. Hutang saya Rp 40 juta. Rencana uang itu saya bagi dua, namun belum dibagi sudah keburu ditangkap petugas,” kata Adi.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono didampingi Kasatreskrim AKP Suharto  dan Kasubag Humas AKP Joko Lelono mengatakan, modus yang digunakan kedua pelaku adalah modus lama dan petugas jeli menyelidikinya. “ Setelah kita cecar terus dalam penyelidikan, pelaku Adi akhirnya mengakui perbuatannya. Hanya bersandiwara karena pencurinya sudah bersekongkol,” ujar Kapolres dalam gelar perkara, Kamis (10/1).  Dikatakannya, kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. berhasil kami bongkar dan kedua pelaku kita amankan,” ujarnya. (deb)