Beranda Nasional Bersyukur, Gembok TITD Kwan Sing Bio Tuban Siap Dibuka 25 Oktober

Bersyukur, Gembok TITD Kwan Sing Bio Tuban Siap Dibuka 25 Oktober

19
Alim Sugiantoro.
JATENGPOS.CO.ID, TUBAN – Akhirnya doa umat yang beribadah di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, terkabul. Setelah sekian lama tidak bisa beribadah di Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) terbesar di Asia Tenggara tersebut, dijadwalkan mulai 25 Oktober 2020, TITD Kwan Sing Bio kembali dibuka untuk umum.
“Kami bersyukur sekali doa umat terkabul, setelah menunggu lama akhirnya kami akan bisa beribadah di klenteng kami. Rencana besuk tanggal 25 Oktober, gemboknya akan dibuka dan kami bisa beribadah kembali di Klenteng kami,” ungkap Alim Sugiantoro, Ketua penilik demioner TITD Kwan Sing Bio Tuban, Kamis (22/10).
Diketahui pada Hari Sembayang Besar Zhong Qiu atau Sebayang Chang, dilanjut pada saat Sembayang Zhi Sheng Dan, umat Khonghucu, umat simpatisan dan umat lain berharap bulan Oktober ini ada keajaiban, ada perdamaian, dan kasus klenteng Kwan Sing Bio selesai.
Alim menambahkan, makna doa doa perdamaian akan terkabul, ditambah ritual tolak bala melepas 9 bulus untuk menolak kesialan, mendatangkan panjang umur dan menyelesaikan pertengkaran.
“Keyakinan kami masalah di Klenteng Kwan Sing Bio ini akan selesai karena sudah ada tiga tokoh yang turun melakukan mediasi. Saat ini masih berjalan dan titik terang sudah ada saat kami mendapat informasi tanggal 25 Oktober besuk gembok dibuka,” imbuhnya.
Kabar tersebut membuat sejumlah umat yang beribadah di TITD Kwan Sing Bio menyambut dengan suka cita. Dan berharap Klenteng Kwan Sing Bio kembali menjadi rumah sembahyang yang penuh kedamaian bagi tiga umat penganut Tri Darma.
Seperti diketahui terjadi perselisihan saat muncul kepengurusan TITD Kwan Sing Bio baru, dibawah Mardjojo. Lalu muncul gugatan bahwa kepengurusan Mardjono tidak sah. Setelah melalui persidangan, pada 30 Juli 2020, PN Tuban memutuskan kepengurusan dibawah Mardjojo tidak sah.
Tapi ternyata pada 28 Juli 2020, Klenteng Kwan Sing Bio digembok oleh orang tak bertanggung jawab. Bahkan menurut Alim, keadaan diperkeruh dengan surat dari Dirjen Agama Budha Kementrian Agama, yang menurunkan keputusan bahwa TITD Kwan Sing Bio adalah vihara, rumah ibadah agama Budha.
“Harapan kami semua kembali damai seperti sebelumnya. Klenteng Kwan Sing Bio bisa menjadi rumah ibadah untuk semua umat, tidak ada yang merasa saling memiliki lebih.” Tandas Alim. (dea/bis)