Beranda Ekonomi Bincang Bisnis Majalah Franchise, Puspo Wardoyo Kuasai Pasar Ayam Penyet Rambah MRE...

Bincang Bisnis Majalah Franchise, Puspo Wardoyo Kuasai Pasar Ayam Penyet Rambah MRE MakanKu

12
Bincang bisnis part#29 majalah Franchise bersama owner Ayam Penyet Surabaya Puspo Wardoyo.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Majalah Franchise kembali menggelar Bincang Bisnis Part #29 Special The Most Promising Brand 2020. Kali ini menghadirkan owner Ayam Penyet Surabaya, Puspo Wardoyo, yang berhasil menyabet penghargaan Market Leader Award 2020.

Bincang bisnis kali ini bertema ‘Kiat Ayam Penyet Surabaya Menjadi Pelopor dan Penguasa Pasar Ayam Penyet’.

“Bincang bisnis part 29 kali ini sangat spesial, kita menghadirkan owner ayam penyet Suroboyo, yang masih dalam naungan Wong Solo grup, yakni Puspo Wardoyo, kita akan tanya bagaimana kiatnya menjadi penguasa pasar ayam penyet di Indonesia,” ungkap Host Moh Zaziri Pemimpin Redaksi Majalah Franchise Indonesia, yang digelar secara live di Instagram (IG) @majalahfranchise, Selasa (20/10) malam.

Puspo berkisah ia memulai bisnis dengan brand kuliner ayam penyet Surabaya sejak tahun 2000 di Jogjakarta. Langsung mendapat hati para konsumen, khususnya pecinta ayam dan sambel, karena kepedasannya.

“Langsung banyak yang suka, bahkan yang sakit flu, pusing dan sakit lainnya mengaku bisa sembuh kalau makan ayam penyet yang pedas sekali. Mereka datang dari Jombang, Purwokerto, Temanggung dan lainnya cocok dengan pedasnya ayam penyet Suroboyo.” Ungkap Puspo.

Mengenai nama ayam penyet Surabaya, karena cabai yang digunakan sambal secara khusus didatangkan dari Surabaya. Bahkan sampai sekarang cabai tersebut dikirim ke seluruh cabang Ayam penyet Suroboyo juga resto Wong Solo di seluruh cabang.

“Kuncinya konsisten dengan cita rasa, maupun standar higienis juga terus melakukan inovasi, dalam mengelola bisnis kuliner, apalagi di saat pandemi Covid-19. Usaha kuliner dalam skala Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) termasuk di dalamnya usaha waralaba merupakan sektor yang kuat dalam menghadapi krisis ekonomi,” papar Puspo Wardoyo.

Dipaparkan oleh Puspo Wardoyo pihaknya ber bisnis kuliner dimulai dari bawah. Diawali dari Medan hingga sekarang ada 287 outlet Wong Solo Grup tersebar di Indonesia, Malaysia hingga Arab Saudi.

Menurut Puspo Wardoyo, bos Wong Solo Grup, untuk terus eksis pengusaha kuliner dituntut untuk kreatif, inovatif dan terus melakukan penetrasi pasar. Puspo Wardoyo merambah pasar Meal Ready Eat (MRE) dengan penemuan terbarunya makanan cepat saji ‘MakanKu’ yang merupakan satu-satunya jenis kuliner di Indonesia yang ada alat pemanas di dalam box nya.

“Awalnya produk MakanKu di suguhkan pada jamaah haji dimana MakanKu dinyatakan sebagai catering haji oleh Departemen Agama. Namun di saat pandemi Covid-19, MakanKu yang dikenal praktis , higienis ternyata digemari masyarakat. Cocok untuk bekal makan di kantor, saat travelling maupun dijadikan oleh-oleh sebagai kuliner dengan selera khas nusantara, bisa tahan lama cukup disimpan pada suhu ruangan,” papar Puspo Wardoyo.

MakanKu juga telah tersertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan diolah berdasarkan standart Internasional (ISO 22000 : 2018 – Food Safety Management System) yang menjamin kehigienisan serta aman untuk dikonsumsi siapa saja.
Bisa didapat pada outlet-outlet Wong Solo Grup dan pasar online pada website www.makanku.co.id instagram @makankureadymeal dan youtube Makanku ReadyMeal. (dea/bis)