Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Bintang Beralih Tingkatkan Minat Sprint

Bintang Beralih Tingkatkan Minat Sprint

197
Musiri, S.Pd. Guru SD Negeri Tempuran Kaloran Temanggung

Penjasorkes merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas nasional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional (Depdiknas, 2011:194).

Siswa SD Negeri Tempuran  sebagian besar cenderung kurang minat dengan materi sprint.  Sehingga guru merasa perlu untuk mencari solusi terbaik untuk mengatasi minat anak dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes khususnya sprint. Sprint atau lari jarak pendek adalah jenis olahraga yang dilakukan dengan mengandalkan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start hingga finish. Pemenang lomba ini ditentukan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat.

Menurut Muhajir (2010) Lari jarak pendek atau sprint adalah perlombaan lari yang seluruh pelarinya menggunakan kecepatan sangat penuh dengan menempuh jarak 100 meter, 200 meter, atau 400 meter. Untuk bisa menang, atlet lari jarak pendek (sprinter) harus memiliki reaksi yang cepat, kecepatan yang baik, teknik berlari yang efisien, ketepatan sewaktu melakukan start dan mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis akhir.

Untuk mengatasi permasalahan bahwa pembelajaran penjasorkes tidak minat karena membosankan, maka perlu diambil tindakan pembelajaran dengan permainan tradisional bintang beralih untuk meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes sprint. Tindakan tersebut diambil karena pembelajarannya didesain dalam bentuk permainan, sehingga akan menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan siswa. Jika siswa merasa senang dengan proses pembelajaran tersebut,  maka minat dan kegiatan gerakan sprint siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes akan meningkat.

Jenis permainan tradisional anak-anak yang cara memainkannya meniru bintang yang berpindah tempat. Nama permainan ini berarti bintang bersinar yang tampak berpindah tempat. Jumlah pemain tidak terbatas, namun agar permainan ini semakin meriah, dibutuhkan jumlah pemain minimal 10 anak.

Semua pemain berkumpul, kemudian dengan cara hom pim pah dan suit untuk menentukan pemain yang harus jadi. Misalkan A yang harus jadi, maka anak – anak  yang lainnya segera berlari unuk mencari pasangan berdua – dua. A yang jadi pengejar adalah seorang pemain yang masih sendiri karena belum mendapat pasangan.

Masing – masing pasangan ini harus tetap waspada karena sewaktu – waktu akan ada orang atau pemain yang datang (menclok), sehingga siswa yang berada di belakang harus lari untuk mencari pasangan, maka A harus segera lari mengejar pemain tersebut sebelum pemain tersebut menclok pada satu pasangan pemain lainnya, demikian seterusnya. Oleh karena itu permainan ini dilakukan oleh banyak anak dan melakukan kejar – kejaran, maka permainan ini membutuhkan tempat yang luas dan terbuka seperti di tanah lapang, di halaman rumah, atau di halaman sekolah.

Dengan permainan bintang beralih siswa sudah mempraktekkan sprint atau lari jarak pendek, gerak lokomotor secara mandiri dan bersama – sama. Selain itu materi dasar atletik khususnya sprint bisa tersampaikan oleh siswa dengan baik. Permainan bintang beralih juga dapat meningkatkan kebugaran tubuh siswa dalam aspek kelincahan, daya tahan dan kecepatan. Nilai karakter pendidikan pada permainan ini juga tersampaikan adalah siswa belajar dan berlatih akan kedisplinan, toleransi, kerja keras, kreatif , tanggung jawab, menghargai antar siswa dan jujur.

Musiri, S.Pd.

Guru SD Negeri Tempuran Kaloran Temanggung