Beranda Hukum & Kriminal Biro Jasa Umroh Abu Tour Solo Terindikasi Bermasalah

Biro Jasa Umroh Abu Tour Solo Terindikasi Bermasalah

132
BERBAGI
Kantor Cabang Biro jasa umroh PT Amanah Bersama Umat Abu Tours di Solo sudah tutup setelah ditemukan ada kecurangan. FOTO:JAY/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. SOLO– Penipun dilakukan pengelola biro jasa umroh semakin memprihatinkan. Satu lagi biro umroh dilaporkan bermasalah oleh Kementerian Agama (Kemenag) Solo. Biro jasa umroh PT Amanah Bersama Umat Abu Tours dan Travel diindikasikan bermasalah dalam memberangkatkan calon jemaah haji.

Kemenag Solo telah melaporkan biro travel yang berpusat di Makassar itu ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Tengah dan pusat.

Kasi Penyelengara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Rosyid Ali Safitri mengatakan indikasi masalah tersebut ditemukan setelah pihaknya mendatangi kantor cabang Abu Tours Solo yang berada di Karangasem, Laweyan menyusul adanya masalah pemberangkatan calhaj di kantor pusat Abu Tours.

“Dan dugaan kami ternyata benar, gagalnya pemberangkatan calon jemaah umroh yang ada di Makassar juga berimbas di Solo. Dari data semua calon jemaah umrah yang mendaftar di Abu Tours tahun 2018, tercatat sebanyak 205 calon jemaah umroh yang belum berangkat sampai sekarang,” jelasnya kepada wartawan, Senin (26/2).

Para calon jamaah tersebut, lanjutnya, mendaftar medio Januari-Februari dan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter). Yakni kloter pertama sebanyak 23 orang yang seharusnya berangkat tanggal 27 Januari, kloter kedua 33 orang dijadwalkan berangkat tanggal 10 Februri, kloter ketiga 46 orang berangkat tanggal 13 Februari dan kloter keempat sebanyak 68 orang berangkat tanggl 20 Februari, dan kloter kelima 35 orang yang direncanakan berangkat tanggal 27 Februari besok.

“Kami datang ke kantor Abu Tours tanggal 8 Februari dan saat tahu banyak yang belum berangkat kami langsung menghubungi pimpinan cabang Abu Tours di Solo tapi ternyata nomor ponselnya sudah tidak aktif. Saat kami ke kantornya ternyata dari keterangan yang kami dapat ternyata kantornya sudah tutup sejak 9 Februari. Karena itu langsung kami laporkan ke kanwil dan pusat,” paparnya.

Disinggung mengenai status Abu Tours, Rosyid mengakui jika cabang biro travel di Solo itu belum mengantongi izin resmi, pengajuan izin hanya bersifat lisan. Di sisi lain, pihaknya juga belum menerima laporan dari calon jemaah umroh Abu Tour kendati jelas-jelas yang gagal berangkat cukup banyak.

“Saya heran sampai sekarang belum ada korban yang melapor resmi ke Kemenag. Sementara di daerah lain sudah banyak yang melapor ke polisi,” kata dia.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi mengatakan, sampai saat ini juga belum ada laporan resmi yang masuk mengenai gagalnya keberangkatan calon jamaah umrah Abu Tours. Calon jemaah yang datang, ungkap Agus baru sebatas konsultasi serta audiensi.

“Datanng ke kami untuk konsultasi awal Februari lalu dan Kami belum menerima kabar terbaru nasib mereka sekarang sudah diberangkatkan atau belum. Satreskrim juga sudah koordinasi dengan Kemenag untuk memantau Abu Tours di Solo,” kata dia.

Sementara itu, saat nomor ponsel Pimpinan Cabang Abu Tours Solo, Rusman Rachman coba dihubungi tak tersambung. Begitu juga aplikasi chat Whatsapp yang sebelumnya aktif juga tak lagi tampak di nomor kontak. (jay/muz)