Beranda Politik Boyolali Laksanakan Pilkades Serentak 15 Desember 2020

Boyolali Laksanakan Pilkades Serentak 15 Desember 2020

14
Warga memasukkan surat suara kedalam kotak suara dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Laladon Tahun 2019 di Lapangan Komplek Laladon Permai RW 05, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/11/2019). Pilkades serentak untuk periode 2020-2026 tersebut diikuti 1.064 calon kepala desa untuk 273 desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/ama.

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Pemerintah Kebupaten Boyolali, Jawa Tengah, akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap pertama di 11 desa pada tanggal 15 Desember mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali Purwanto di Boyolali, Jumat, mengatakan bahwa rencana pilkades serentak tahap pertama semula pada tanggal 18 April. Namun, karena pandemi COVID-19, pemkab setempat memutuskan untuk menunda pelaksanaannya.

Purwanto menjelaskan bahwa pelaksanaan pilkades tersebut berdasarkan Surat Mendagri Nomor 141/4528/SJ yang meminta agar pelaksanaan pilkades setelah pilkada selesai, kemudian pemkab setempat memutuskan pada tanggal 15 Desember 2020.

Purwanto mengatakan bahwa pelaksanaan pilkades tahap pertama ini menggunakan sistem electronic voting (e-voting) atau pemungutan suara elektronik. Saat ini, Tim Teknis Pilkades 2020 telah terbentuk dan siap melaksanakan pilkades di 11 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, Selasa (15/12).

Panitia pilkades serentak, kata dia, telah menyempurnakan daftar pemilih tetap (DPT). Jumlah pemilih di 11 desa yang menggelar pemilihan kades itu sebanyak 25.028 orang.

Ia lantas menyebutkan kesebelas desa tersebut, yakni Suroteleng, Kecamatan Selo; Ngenden, (Ampel); Babadan, Nglembu, Trosobo dan Sambil (Sambi); Kalangan (Klego); Ngablak (Wonosegoro); Dologan ( Karanggede); Bawu dan Klewor (Kemusu).

Kepala Bidang Bina Pemerintah Desa, Dispermasdes Boyolali Candra Irawan menegaskan pemkab telah menetapkan jumlah DPT pilkades dengan jumlah DPT terbanyak di Desa Bawu, Kecamatan Kemusu sebanyak 3.713 orang.

“Karena banyaknya jumlah DPT, ruang pemungutan suara (RPS) juga disesuaikan, yakni ada 9 titik di Desa Bawu,” kata Candra Irawan.

Jumlah DPT pilkades yang paling sedikit, kata Candra Irawan, di Desa Suroteleng, Kecamatan Selo. Pilkades di desa lereng Gunung Merbabu itu sebanyak 1.464 orang.

“Desa Suroteleng ini satu-satunya desa yang menggelar Pilkades 2020 di Selo,” ujarnya.

Jumlah DPT untuk Desa Ngenden, Kecamatan Ampel sebanyak 1.696 orang, kemudian empat desa di Kecamatan Sambi, yakni Desa Sambi (3.538 pemilih), Babadan (2.304 pemilih), Nglembu (2.694 pemilih), dan Trosobo (1.846 pemilih).

Peserta Pilkades Babadan, kata Candra Irawan, tercatat dua calon, pilkades di Desa Trosobo dan Sambi masing-masing empat calon, kemudian di Desa Nglembu Kecamatan Sambi ada tiga calon.

Berikutnya Pilkades Kalangan, Kecamatan Klego diikuti dua calon kades memiliki jumlah DPT sebanyak 3.035 pemilih, kemudian di Desa Klewor, Kecamatan Kemusu ada sebanyak 2.228 pemilih.

Pilkades Dologan, Kecamatan Karanggede jumlah DPT-nya sebanyak 1.596 pemilih dan Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro sebanyak 1.914 pemilih.

Setelah pengumuman DPT tersebut, menurut Candra, tahapan selanjutnya masa kampanye.

Ia menyebutkan masa kampanye pilkades di Boyolali selama 2 hari, yakni pada hari Jumat dan Sabtu (12/12), masa tenang pada hari Minggu (13/12) hingga Senin (14/12), dan pada hari Selasa (15/12) pemungutan suara. (fid/ant)