Beranda Ekonomi BSN Angkat Produk Unggulan Jawa Tengah

BSN Angkat Produk Unggulan Jawa Tengah

98
BSN GELAR IQE : Kepala Biro Humas, Kerjasama, dan Layanan Informasi BSN Nasrudin Irawan, saat di Semarang.
BSN GELAR IQE : Kepala Biro Humas, Kerjasama, dan Layanan Informasi BSN Nasrudin Irawan, saat di Semarang.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan menyelenggarakan Indonesia Quality Expo (IQE) ke-7 pada 11 – 14 Oktober 2019 mendatang di Java Supermall, Semarang. IQE 2019 ini mendapat dukungan dari Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan di Jawa Tengah terlibat dalam kegiatan berskala nasional ini. Kepala Biro Humas, Kerjasama, dan Layanan Informasi BSN, Nasrudin Irawan mengatakan, Jawa Tengah sangat tepat bagi penyelenggaraan IQE 2019. Pasalnya, propinsi ini telah membuktikan komitmennya dalam menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

”Pada tahun 2018 kami atas nama pemerintah RI memberikan penghargaan Tokoh Standardisasi kepada Bapak Ganjar Pranowo, Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah. Oleh karenanya, kami menilai Jawa Tengah sangat tepat untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan IQE,” katanya, kemarin.

Untuk diketahui, saat ini sudah terdapat 115 industri yang berlokasi di Jawa Tengah yang memiliki sertifikat SNI meliputi produk elektrik dan elektronika, makanan dan air mineral, mainan anak, pakaian bayi, baja, batik, dan sebagainya. Organisasi dan industri yang menerapkan SNI adalah Universitas Sebelas Maret meraih SNI Award 2018 kategori Perak, PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Batujamus, PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Ngobo, serta PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Krumput, serta PT Triangle Motorindo yang berhasil meraih SNI Award 2015 untuk kategori Perak.

Adapun Lembaga Penilaian Kesesuaian (Laboratorium pengujian/kalibrasi/medik, Lembaga Sertifikasi, Lembaga inspeksi) yang sudah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) di Jawa Tengah yang siap mendukung kegiatan sertifikasi SNI sebanyak 63 LPK.

”Berkaitan dengan infrastruktur mutu, saya menilai Jawa Tengah sangat siap memperkuat daya saing produk baik lokal maupun nasional dengan meningkatkan kualitas infrastruktur mutunya,” jelas Nasrudin.

Nasrudin menambahkan, BSN sebagai lembaga pemerintah non kementerian juga memiliki program pembinaan UMKM di wilayah Jawa Tengah.

”Produk UMKM yang dibina diantaranya bandeng presto, bola bulu tangkis, bola kaki, batik serta abon lele. Sementara terkait pendidikan standardisasi, perguruan tinggi di Jawa Tengah yang telah menerapkan pendidikan standardisasi ke dalam mata kuliah adalah Undip dan UNS,” imbuh Nasrudin.

BSN berharap, produk unggulan yang ber-SNI baik di kota Semarang maupun di Provinsi Jateng dapat tampil di Pameran IQE ke-7 yang akan diselenggarakan di Java Supermall, Semarang, pada Oktober mendatang. Pameran IQE ke-7 menargetkan 70 stand yang akan diikuti oleh stakeholder BSN baik dari perusahaan, lembaga penilaian kesesuaian, asosiasi, perguruan tinggi, maupun pemerintah daerah dan pusat.

“Tahun ini, industri penerap SNI seperti PT. Siemens Indonesia, PT. Pertamina Lubricants, PT. Pupuk Kaltim, dan PT. Petrokimia Gresik turut ambil bagian dalam pameran. Dalam IQE ke-7”, lanjutnya, pengunjung juga bisa berkonsultasi tentang SNI di stand BSN. (aln/ mar)