Beranda Jateng Banyumas Bupati Banyumas: Belanja di Pasar Sokaraja Aman

Bupati Banyumas: Belanja di Pasar Sokaraja Aman

9
Bupati Banyumas Achmad Husein dan istri belanja di Pasar Sokaraja, Senin (3/8/2020).

JATENGPOS.CO.ID, BANYUMAS – Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein mengatakan Pasar Sokaraja, Kabupaten Banyumas, aman untuk dikunjungi setelah ditutup sementara selama tiga hari guna sterilisasi pascaditemukannya sejumlah pedagang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Kedatangan saya ke sini untuk membangkitkan semangat masyarakat berbelanja di Pasar Sokaraja karena sudah dibersihkan dan (pedagangnya) sudah diswab (tes usap, red.) banyak, yang terakhir kan negatif, jadi Insya Allah aman,” katanya saat mengunjungi Pasar Sokaraja, Banyumas, Senin.

Kendati demikian, dia meminta pedagang dan masyarakat yang berbelanja di Pasar Sokaraja untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker serta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir saat masuk maupun keluar dari pasar.

Menurut dia, jaga jarak juga harus diterapkan di dalam pasar meskipun agak susah.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga berdialog dengan sejumlah pedagang terkait dengan aktivitas perdagangan di Pasar Sokaraja. Bahkan dia tidak segan untuk memperbaiki kesalahan pemasangan masker yang digunakan pedagang maupun pembeli.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Sokaraja, Nuratmi mengaku bersyukur karena aktivitas perdagangan telah kembali normal pascapenutupan sementara selama tiga hari.

“Sudah mulai normal kembali. Alhamdulillah, tes usap yang kedua, hasilnya negatif,” katanya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan masyarakat untuk tidak takut berbelanja di Pasar Sokaraja.

“Alhamdulillah, pelanggan saya tadi pagi datang semua,” tambahnya.

Pedagang lainnya, Suyanto mengatakan konsumen sudah banyak yang datang untuk belanja di Pasar Sokaraja. Ia mengaku tidak mempermasalahkan penutupan sementara Pasar Sokaraja karena semua itu dilakukan demi kebaikan bersama.

“Kayaknya sekarang sudah kembali normal,” katanya.

Salah seorang pembeli, Mas’ud mengatakan selama Pasar Sokaraja ditutup, ada beberapa pedagang yang melayani penjualan secara daring.

“Dengan demikian, saya tidak kesulitan memenuhi kebutuhan untuk jualan rames,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Banyumas menutup sementara Pasar Sokaraja selama 3 hari sejak Senin (27/7) karena berdasarkan hasil tes usap tambahan yang dilakukan terhadap 150 pedagang pada tanggal 17 Juli, sebanyak 5 orang terkonfirmasi positif COVID-19.

Tes usap tambahan tersebut dilakukan karena berdasarkan hasil tes usap secara acak pada awal bulan Juli terhadap 50 orang, diketahui ada 1 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. (fid/ant)